Suara.com - Kisah inspiratif di tengah wabah virus corona datang dari seorang perempuan sangat tua di dunia. Perempuan itu berasal dari Spanyol bernama Maria Branyas. Dia berusia 113.
Seperti dilansir BBC, Maria menang lawan corona karena berhasil sembuh setelah beberapa minggu dalam isolasi. Dia dinyatakan hanya menderita gejala ringan. Itu berarti dia telah hidup melalui pandemi flu Spanyol 1918-19, pandemi paling mematikan di abad ke-20 dari 1918-1920.
Ia mengalami masa perang saudara di Spanyol 1936-1939 dan terakhir ia berhasil menghadapi Virus Corona (Covid-19). Berdasar data dari Gerontology Research Group, kelompok peneliti global, mengklaim, Branyas adalah orang tertua di dunia yang telah mengalahkan Covid-19.
Menurut dokter, orang tua dengan kondisi medis kronis berada dalam kelompok risiko tertinggi dan sebagian besar waktu mereka tidak dapat pulih dari Covid-19
"Sekarang dia baik-baik saja, dia luar biasa, dia ingin berbicara, menjelaskan, untuk membuat renungannya, itu dia lagi," tweet putrinya.
Maria Brantas dilahirkan di Meksiko pada tahun 1907. Dua tahun kemudian keluarganya pindah ke Utara, ke San Francisco dan tiba di provinsi Catalan Girona selama Perang Dunia Satu bersama ayahnya yang seorang jurnalis di Spanyol.
Dia membesarkan tiga anaknya, salah satunya sudah berusia 86. Memiliki 11 cucu dimana cucu tertuanya sudah berumur 60 dan 13 cicit.
Dia telah hidup selama dua dekade di panti jompo di kota Olot. Ketika berbicara dengan La Vanguardia tahun lalu, Wanita tertua di Spannyol itu mengatakan, "saya tidak melakukan apa-apa selain hidup." di tengah pandemi Covid-19, ia selamat dari serangan virus membahayakan tersebut.
Baca Juga: Akhirnya Sembuh, Pasien Corona Terlama di Italia Ungkap Kebahagiaan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang
-
Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970
-
Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum
-
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
-
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit
-
Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol
-
DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik
-
Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas