Suara.com - Kapal kargo berbendera Iran kandas di perairan Batam. Mengetahui hal itu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI masih berupaya untuk membantu menangani kapal yang kandas tersebut pada Rabu (13/5/2020).
Kapal kargo itu tertuliskan nama lambung Shahraz. Kapal tersebut melintasi perairan Batu Berhenti Sambu, Batam, Kepulauan Riau dan diinformasikan oleh Maritime and Port Authority (MPA) Singapura kandas dua hari yang lalu pukul 02.32 WIB.
"Kapal ini mengalami benturan karang sehingga sulit bergerak meski air laut naik," demikian tertulis dalam keterangan resmi Bakamla RI yang dibuat di Batam, Rabu.
Bakamla RI berkoordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, dan Basarnas untuk mengupayakan evakuasi kapal kargo Shahraz dengan cara memindahkan sebagian muatan kontainer sehingga memudahkan upaya penarikan kapal ke Pelabuhan Batu Ampar, Batam.
Dalam upayanya tersebut, Bakamla RI menerjunkan KN Belut Laut-406 untuk membantu.
Kemudian sejumlah unsur dari TNI Angkatan Laut, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), dan Polair juga ikut dalam penanganan tersebut.
Sebagai bentuk antisipasi, oil boom juga dipasang di beberapa titik badan kapal apabila terjadi kebocoran minyak. Oil boom itu berfungsi agar tumpahan minyak dapat terkurung dan tidak menyebar ke perairan.
Berita Terkait
-
Jadi Barang Bukti Kejaksaan, Kapal Kargo Surya Pekik Tenggelam di Pontianak
-
Kapal Norwegia Dibajak dan 9 Awak Diculik di Afrika Barat
-
Bawa 25 Orang, Kapal Kargo MV Nur Allya Hilang Kontak di Perairan Maluku
-
Terseret Arus, Kapal Pemudik Kandas di Dekat Pelabuhan Bakauheni
-
Kapalnya Disita Amerika, Korut Minta Bantuan Sekjen PBB
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!
-
Dari BoP sampai Perjanjian Dagang: Lawatan Prabowo ke AS Dianggap Tabrak Konstitusi, Ini Alasannya
-
Anggota Denintel Kodam XVII/Cendrawasih Gugur Diserang KKB di Nabire
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah