Suara.com - Pembukaan kembali transportasi umum membuat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang membludak dipenuhi penumpang. Mereka tak menghiraukan anjuran physical distancing hingga berdesakan menunggu antrean masuk.
Fenomena membludaknya penumpang tersebut menjadi bukti pengkhianatan terhadap masyarakat yang mematuhi physical distancing dan memilih tetap di rumah.
Sementara itu, fakta terbaru kasus pembunuhan yang dilakukan oleh NF (15) terhadap bocah berinisial APA (5) di Sawah Besar, Jakarta Pusat kembali muncul. NF saat ini diketahui sedang hamil 14 minggu usai diperkosa oleh tiga orang terdekatnya.
Berikut Suara.com merangkum berita heboh lainnya sepanjang Kamis (14/5/2020).
1. Membludaknya Bandara Bukti Pengkhianatan untuk Masyarakat yang Patuh
Pengamat Penerbangan yang juga Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menyebut ada lobi-lobi industri transportasi udara dengan pemerintah. Sehingga, industri transportasi udara bisa tetap beroperasi di masa larangan mudik ini.
Menurutnya, saat ini pemerintah sedang dilema, karena jika penerbangan tak dibuka, maka banyak industri yang tutup. Tapi jika penerbangan dibuka, akan timbul kasus baru yakni virus corona yang merajalela di daerah-daerah.
2. Polisi Bantah Ada Penumpukan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta
Baca Juga: Demi Investasi, Luhut Mau Pelonggaran Pembatasan Corona di Bali
Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali dipenuhi calon penumpang yang hendak bepergian. Penumpukan calon penumpang itu terjadi lantaran moda transportasi udara itu kembali diizinkan beroperasi oleh Menteri Pehubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
Foto yang menunjukkan adanya penumpukan calon penumpang di Bandara Soekarno Hatta itu salah satunya diungkapkan oleh musisi Melanie Subono lewat unggahan di Instagram Kamis (14/5/2020).
3. NF yang Simpan Mayat Bocah Tetangga di Lemari Diperkosa 2 Paman dan Kekasih
NF (15) gadis remaja pelaku pembunuhan terhadap bocah berinisial APA (5) di Sawah Besar, Jakarta Pusat tempo lalu menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh tiga pelaku.
Ketiga pelaku pemerkosaan itu yakni, dua paman NF dan satu pria yang merupakan kekasih NF.
Berita Terkait
-
Usai NF Simpan Mayat Bocah di Lemari, Terungkap Omongan Keluarganya
-
Kisah Gadis NF, Diperkosa Paman dan Eks Pacar Hingga Sadis Bunuh Bocah
-
Soroti Antrean Bandara, Ferdinand: Bikin RI Makin Sulit Keluar dari Covid
-
Bandara Soetta Disesaki Calon Penumpang, Sujiwo Tejo Bilang Begini
-
Kontras! Beredar Foto Situasi Bandara Soetta dengan Bandara Hongkong
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal