Suara.com - Belum genap satu bulan menjabat, Menteri Kesehatan Brazil Nelson Teich mengumumkan pengunduruan diri secara tiba-tiba pada Jumat (16/5).
Menyadur dari The Guardian, Teich tidak memberikan alasan dibalik keputusannya untuk hengkang dari kementerian kesehatan.
"Hidup ini terbuat dari pilihan dan hari ini saya memilih untu pergi," ujar Teich dalam pernyataan yang singkat yang disisarkan di televisi, Jumat (15/5) sore.
"Tidak mudah berada di garda depan kementerian saat kondisi sulit seperti saat ini," imbuhnya.
Pada masa-masa awal menjabat, Teich cenderung mengikuti kebijakan Presiden Brazil Jair Bolsonaro terkait lockdown dengan alasan, memperkuat ekonomi Brazil sama pentingnya dengan mengendalikan angka kematian pandemi yang semakin melonjak.
Namun belakangan, Teich menujukkan sikap tidak setuju dengan langkah yang diambil Bolsonaro soal pembukaan kembali ekonomi dan penggunaan obat malaria chloroquine guna sebagai penangkal Covid-19.
Atas sikapnya ini, Teich mendapatkan kritikan dari sang presiden. Bolsonaro menyebut Teich terlalu takut dalam mengambil langkah, mengutip dari Al Jazeera.
Teich merupakan menteri kesehatan kedua yang mundur di tengah pandemi virus corona. Menteri kesehatan sebelumnya, Luiz Mandetta, dipaksa mundur pada 16 April lalu karena menolak perbedaan pendapat soal isolasi sosial dan penggunaan obat malaria.
Selepas pengunduran diri Teich, mantan menteri kesehatan Luiz Mandetta mengunggah postingan twitter, "mari kita berdoa."
Baca Juga: 11 Jenis Pekerjaan Ini Kebal dari Aturan Anies soal Larangan Bepergian
Teich mundur sehari setelah Brazil mengumumkan jumlah kematian akibat infeksi Covid-19 di Brazil menyentuh angka 14.000 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum