Suara.com - Lingkaran Survei Indonesia Denny JA merekomendasikan, masyarakat di lima daerah sudah bisa diberikan kebebasan bekerja di luar rumah atau tak lagi melaksanakan work from home.
Peneliti Senior LSI Denny JA, Ikrama Masloman, mengklaim, grafik penularan virus corona covid-19 di kelima daerah tersebut sudah menurun.
Untuk diketahui, LSI Denny JA adalah lembaga survei politik, pemerintahan dan ekonomi, bukan kesehatan.
"Ada DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bogor. Kami juga memasukkan Bali, meski provinsi itu belum menerapkan PSBB," kata Ikrama, Sabtu (16/5/2020).
Berdasarkan riset LSI Denny JA, tingkat penularan wabah covid-19 di kelima daerah tersebut diklaim menurun.
"Sudah turun. Lagi pula, seperti Jakarta itu menguasai lebih dari 30 persen perputaran ekonomi Indonesia."
Adapun Ikrama, menjelaskan alasan mengapa 5 daerah tersebut direkomendasikan masyarakatnya bisa kembali bekerja di luar rumah.
Pertama Jakarta, menurut Ikrama bisa dibuka untuk warganya beraktivitas kembali lantaran adanya penurunan kasus covid-19 usai diterapkannya PSBB.
Kemudian yang kedua Kota Bogor, dinilai kasus wabah corona cenderung menurun semenjak ditetapkan PSBB secara konsisten.
Baca Juga: LSI Denny JA Klaim Wabah Corona Landai, Juni Bisa Kerja di Luar Rumah
"Kemudian yang ketiga Bandung Barat ini menunjukkan hal yang sama. Ada penurunan secara konsisten lewat rata-rata penambahan kasus covid-19 walaupun belum drastis, tapi penurunannya cukup konsisten," tuturnya.
Sementara Kabupaten Bogor, Ikrama menjelaskan, dilihat dari pergerakan penambahannya atau moving average dari jumlah kasus cenderung menurun sehingga kecenderungan ini secara konsisten LSI Denny JA menawarkan untuk bisa kembali bekerja.
"Dan yang kelima provinsi Bali. Kalau dilihat dari tren grafiknya cenderung terjadi penurunan pada dua minggu terakhir. Jadi inillah kelima daerah yang bisa dipertimbangkan agar dapat bekerja kembali."
LSI Denny JA mengklaim grafik penularan covid-19 di kelima daerah itu menurun berdasarkan riset bermetode kualitatif dengan studi data sekunder periodik, yakni sumber data yang digunakan adalah Data Gugus Tugas, Data Wolrdometer, dan Data WHO.
Berita Terkait
-
Tak Mau Longgarkan PSBB, Anies: Kami Tak Asal-asalan Tapi Berdasarkan Sains
-
LSI Denny JA Klaim Wabah Corona Landai, Juni Bisa Kerja di Luar Rumah
-
Anies: Virus Corona Tak Kenal Lebaran, Jangan Ada Mudik Lokal
-
Sisa Seminggu Lagi, Ferdinand Minta Anies Perpanjang PSBB Jakarta
-
Terbaru! 11 Sektor Usaha yang Dibolehkan ke Luar Jakarta saat Wabah Corona
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini
-
Sekolah di Aceh Tamiang Ditargetkan Bisa Beroperasi 5 Januari 2026
-
Teriakan Histeris Anak Pulang Kerja Ungkap Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Teh dan Jasad Melepuh