Saya terjebak
Saya harus pergi ke luar negeri untuk perjalanan bisnis dalam waktu lama. Saya takut kehilangan Ira, jadi saya mengajaknya. Saya bahkan mengajaknya menikah. Ia menolak, tapi ia tetap ikut saya. Itulah awalnya.
Saya capek setelah bekerja dan ingin istirahat, tapi ia mulai menuntut untuk berhubungan seks. Saya menyetujuinya satu kali, dua kali... Ia lalu berkata, "Saya ingin, saya butuh, jadi kamu harus, ayolah, saya sudah menunggu lama." Saya menjawabnya, "Tidak, saya tidak ingin melakukannya, saya ingin istirahat, saya capek."
Ia lalu memukul saya dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Ia mencakar saya sampai saya berdarah, ia juga menonjok saya. Ia tidak akan menonjok muka saya, hanya bagian yang tertutup seperti dada, punggung, dan tangan saya.
Saya tidak melawan karena menurut saya memukul perempuan adalah tindakan yang agresif dan salah. Begitulah saya dididik orang tua. Saya merasa kecil, lemah, dan terjebak. Ia akan mendapat apa yang ia mau dan ia biasanya berada di posisi atas.
Satu waktu, saya mencoba menyewa kamar untuk saya sendiri di hotel. Tapi saya tidak bisa bahasa setempat, jadi resepsionis hotel tidak mengerti saya. Saya pun terjebak bersamanya. Saya takut kembali ke hotel setelah saya kerja, jadi saya biasanya jalan-jalan di mall sampai tutup.
Setelah itu saya jalan-jalan sekeliling kota. Saat itu musim gugur, jadi cuaca dingin dan basah, dan saya tidak membawa baju hangat. Saya pun terkena infeksi saluran kemih, prostatitis, dan demam. Tapi hal itu tidak menghalangi Ira, saya harus melakukan apa yang dia mau.
Akhir pekan adalah saat yang paling parah. Saya diperkosa Sabtu pagi dan Minggu malam. Saya menghitung hari sampai saya bisa kembali ke Ukraina. Saya pikir dengan kembali ke sana kami akan putus--tapi saya salah.
'Saya mencoba kabur tapi saya menyerah'
Baca Juga: WHO: Jika Lockdown sampai 6 Bulan, Akan Memicu 31 Juta Kasus KDRT
Saya lalu kembali ke rumah orang tua saya dan tidak berencana menghubungi Ira, apalagi tinggal dengannya. Tapi upaya saya untuk menghindari Ira berlarut sampai bertahun-tahun.
Kami sering bertengkar, dan saya mematikan telepon dan memblokirnya di platform manapun. Saya biasanya sembunyi tapi ia akan mendatangi saya dan duduk di sisi lain pintu. Ia menelpon saya dan berjanji bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Saya pun selalu kembali ke Ira, setiap saat. Saya sangat takut sendiri.
Pada awalnya, saya sering mencoba untuk putus dengannya, tapi lama-kelamaan saya menyerah. Ia berkeras kita menikah, dan kami pun menikah meskipun saya tidak mau.
Ira cemburu dengan siapa saja: teman-teman saya, keluarga saya. Ke manapun saya pergi saya harus menelponnya.
"Kenapa saya menghadiri konferensi itu?" "Kenapa saya bertemu teman ini?" Saya harus bersamanya, dalam genggamannya. Ia tidak bisa pergi ke mana-mana tanpa saya--saya semacam sumber hiburan baginya.
Berita Terkait
-
Imbas Lockdown, Puluhan Bayi Hasil Program Surogasi Terjebak di Ukraina
-
Shevchenko Berharap Suatu Hari Nanti Jadi Pelatih AC Milan
-
Tak Ditolong Mengecas HP, Ayah Membabi Buta Gebuki Anaknya Pakai Balok
-
Pelaku Penyiram Air Keras ke Istri di Duren Tiga Akhirnya Tertangkap
-
WHO: Jika Lockdown sampai 6 Bulan, Akan Memicu 31 Juta Kasus KDRT
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi