Merek-merek terkenal Jepang, seperti Toyota dan Honda, mengalami kelesuan penjualan di seluruh dunia.
Turisme, yang juga sejak lama menjadi andalan, juga terpukul karena wabah menyebabkan minimnya kunjungan wisatawan asing ke Jepang.
Sejauh ini kasus positif virus corona di negara ini lebih dari 16.000 dengan angka kematian di kisaran 740.
Dalam jangka pendek, ekonomi Jepang, sama halnya dengan negara-negara maju lain, diprediksi suram.
Meski demikian, dibandingkan dengan negara-negara maju lain, dampak yang dialami Jepang tak terlalu buruk.
Memang Jepang diperkirakan akan mengalami penyusutan sebesar 22% pada periode April-Juni, namun kontraksi yang dialami Amerika, mungkin akan lebih besar lagi, yaitu 25%.
Tingkat penyusutan tahunan 3,4% pada kuartal pertama 2020 juga lebih rendah dibandingkan Amerika, yang mengalami tingkat penyusutan tahunan 4,8% pada periode yang sama.
Bagi perekonomian Amerika, ini adalah penurunan paling tajam sejak Depresi Besar pada 1930-an.
China, kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, mengalami penyusutan sebesar 6,8% pada tiga bulan pertama 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini adalah kontraksi kuartalan pertama sejak China melakukan pencatatan resmi atas kegiatan perekonomian mereka.
Baca Juga: ICW: Dokumen Perjanjian Kerjasama Kartu Prakerja Harus Dibuka ke Publik
Namun, baik Amerika maupun China belum mengumumkan mereka secara teknis mengalami resesi, yang ditandai dengan pertumbuhan negatif dalam dua kuartal secara berturut-turut.
Para analis memperkitakan, keduanya akan mengumumkan resesi dalam beberapa bulan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini
-
KPK Sebut Bos Maktour dan Eks Dirjen Haji Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban
-
Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang
-
BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal
-
China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran
-
Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai
-
Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi
-
Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan
-
Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?