Suara.com - Sani Ibrahim, seorang pedagang pakaian yang biasa berjualan di Pasar Tanah Abang tetap membuka kios miliknya yang terletak di Blok F.
Meski kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangsung di DKI Jakarta, Sani tetap berjualan.
Sani adalah satu dari ratusan orang-orang yang terlibat dalam aktivitas jual beli di Pasar Tanah Abang pada hari ini, Selasa (19/5/2020). Dia mengakui, para pedagang yang berada di Pasar Tanah Abang tetap patuh terhadap protokol kesehatan, misalnya tetap menggunakan masker.
"Aturan PSBB kita turutin kok, ini pakai masker, kita di sini juga selalu jaga jarak aman," kata Sani di Pasar Tanah Abang.
Pada kenyataannya, berdasarkan Pantauan Suara.com di lokasi, aktivitas orang banyak di Pasar Tanah Abang tampak berjejal. Tak jarang kontak fisik dalam bentuk berdesak-desakan dapat dijumpai di lokasi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menerapkan kebijakan PSBB sejak Jumat (10/4/2020) lalu. Dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020, hanya ada sebagian pelaku usaha yang masih boleh beraktivitas, yakni Pelaku usaha yang bergerak di sektor kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, dan logistik.
Kemudian pelaku usaha di sektor perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta kebutuhan sehari-hari.
Pada kenyataaannya, Sani adalah penjual pakaian. Salah satu pelaku usaha yang dilarang beraktivitas selama masa PSBB. Namun, dia punya alasan mengapa tetap berjualan hingga kekinian.
"Iya tahu (pedagang pakaian) enggak boleh jualan, tapi kalau enggak jualan mau gimana? Memang kami bisa nahan lapar? Terus pemerintah mau nombokin barang yang udah kita beli?," tegasnya.
Baca Juga: Meringkuk di Sel Teroris, Bahar bin Smith Tak Bisa Dibesuk
Berdasarkan Pantauan Suara.com, petugas Satpol PP, melalui pengeras suara, meminta para pengunjung untuk meninggalkan area pasar. Imbauan tersebut bertujuan agar para pengunjung tidak masuk ke dalam area Blok F.
"Mohon segera keluar bapak-ibu. Diam-diam aja dulu di rumah. Jangan berbelanja dulu. Ini demi kebaikan kita semua," ujar salah satu petugas.
Berita Terkait
-
Pasar Anyar Ramai Lagi usai Dibongkar, Pedagang-Pembeli Abaikan Jaga Jarak
-
Warga Keluyuran saat PSBB, Satpol PP di Tanah Abang: Jangan Belanja Dulu
-
PKL Tetap Melapak saat PSBB, Kawasan Blok F Tanah Abang Diportal Petugas
-
Sampai 18 Mei, 5.996 Orang di Jakarta Terinfeksi Virus Corona
-
Ratusan Warga Ajukan Pergi dari Jakarta Saat Corona, 14 Orang Diizinkan
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian