Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa resolusi yang diadopsi para anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memprioritaskan pemerataan akses yang universal, tepat waktu, dan terjangkau untuk produk kesehatan termasuk obat-obatan dan vaksin COVID-19.
“Indonesia secara konsisten menggarisbawahi pentingnya hal ini dalam negosiasi. Bersama dengan negara berkembang dan negara least developed countries, kami bekerja keras untuk menyertakan masukan kami di dalam resolusi,” kata Retno dalam konferensi pers secara daring dari Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Resolusi yang diadopsi oleh 135 negara dalam Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) ke-73 itu juga menekankan pentingnya memastikan pembangunan yang tepat waktu dan memadai, serta bantuan kemanusiaan bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan dukungan pada upaya global untuk meningkatkan tindakan pencegahan, deteksi, dan respon terhadap COVID-19 melalui pendekatan pemerintah dan masyarakat.
“Dalam masa sulit seperti ini, multilateralisme harus menjadi landasan kerja sama internasional dalam perang melawan COVID-19,” sambung Retno seperti dimuat Antara.
Indonesia juga mendukung dilakukannya evaluasi komprehensif terhadap penanganan COVID-19 sekaligus pembenahan kinerja WHO guna menanggapi pandemi di masa mendatang.
Evaluasi yang “tidak memihak, independen, dan komprehensif” yang tertuang dalam resolusi tersebut telah disambut baik oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang menjanjikan bahwa proses itu akan dilakukan “pada saat awal yang paling tepat”.
Resolusi itu juga mendukung kerja yang berkelanjutan, termasuk melalui “misi lapangan” ilmiah, untuk mengidentifikasi sumber zoonosis atau hewan yang menjadi sumber virus, dan bagaimana hewan itu melintasi penghalang spesies hingga menulari manusia.
Baca Juga: Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19: 81 Persen Publik Ingin PSBB Berakhir
Tag
Berita Terkait
-
Emosi Meledak, Detik-Detik Korban Pelecehan FH UI Pingsan di Hadapan Pelaku
-
Catatan Gila Hector Souto usai Bawa Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF
-
Janji Eksel Runtukahu Apabila Dapat Panggilan Timnas Indonesia
-
Kasus Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Tuntut Transparansi dan Sanksi Tegas
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan