Suara.com - Selain jemaah Pondok Pesantren (Ponpes) Mahfilud Dluror di Kabupaten Jember, Jawa Timur merayakan Idulfitri sehari lebih cepat dari yang ditetapkan pemerintah, Jemaah Surau Buya Lubuak Landua Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) pun telah melaksanakan Salat Idulfitri pada Sabtu (23/5/2020) pagi.
Pelaksanaan Salat Idulfitri tersebut diketahui berjalan aman dan lancar dan diikuti ratusan jemaah yang memadati Surau Buya Lubuak Landua.
Seorang warga setempat, Nurmas mengatakan, pelaksanaan Salat Idulfitri dilaksanakan setelah jemaah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama 30 hari sejak 23 April 2020.
"Satu hari lebih awal dari jadwal Salat Idulfitri dari pemerintah. Sebab pelaksanaan awal Ramadan juga lebih awal," katanya seperti dilansir Antara pada Sabtu (23/5/2020).
Menurutnya, sebagian besar jemaah yang ikut melaksanakan Salat Idulfitri merupakan masyarakat sekitar Lubuak Landua dan jemaah Buya Lubuak Landua di beberapa nagari atau desa sekitar Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.
"Tahun sebelumnya banyak jemaah lain dari luar Nagari Aua Kuniang, namun tahun ini hanya masyarakat lokal," ujarnya.
Ia menyebutkan, berkurangnya jumlah jemaah Salat Idulfitri kali ini seiring dengan wabah COVID- 19, sehingga masyarakat luar banyak yang tidak datang.
"Semua jamaah merupakan warga sekitar Surau Lubuak Landua dan kami semua bersaudara," katanya.
Setiap tahun pelaksanaan shalat Idul Fitri di Lubuak Landua lebih awal dari pemerintah. Hal itu sangat dihormati masyarakat Pasaman Barat karena ibadah puasanya juga selalu lebih dulu dari jadwal pemerintah. (Antara)
Baca Juga: Rayakan Idulfitri Duluan, Ponpes Mahfilud Dluror Jember Gelar Salat Id
Berita Terkait
-
Rayakan Idulfitri Duluan, Ponpes Mahfilud Dluror Jember Gelar Salat Id
-
Bupati Kena Tegur Ombudsman, Salat Id di Alun-alun Karanganyar Dibatalkan
-
Masak Rendang Buat Lebaran, Warga Keluhkan Lonjakan Harga Kelapa
-
Lebaran di Tengah Corona, Jokowi: Hal Ini Sangatlah Berat
-
DPR Minta Aparat Tak Represif Kepada Warga yang Salat Ied di Lapangan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI