Suara.com - Hingga kekinian, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat masih merawat pasien Covid-19. Merujuk pada data hari Senin (25/5/2020), total pasien rawat inap berjumlah 933 orang.
Asops Kogabwilhan I Brigjen TNI Suhardi mengatakan, jumlah tersebut merujuk pada data pukul 08.00 WIB. Rinciannya, ada 611 pasien laki-laki dan 322 pasien perempuan.
"Pasien Rawat Inap RSD Wisma Atlet, Senin tanggal 25 Mei 2020, sampai dengan pukul 08.00 WIB, pasien rawat inap 933 orang terdiri 611 pria, dan 322 wanita," kata Suhardi kepada wartawan, Senin (25/5/2020).
Suhardi menyebut, total pasien terdaftar yang merujuk pada data rekapitulasi tanggal 23 Maret sampai 25 Mei 2020 berjumlah 3.965 orang. Dari total tersebut, sebanyak 118 pasien dirujuk ke rumah sakit lain, 1.936 pasien sudah dinyatakan sembuh atau sudah dipulangkan, dan 3 orang meninggal.
"Rekapitulasi pasien terhitung mulai tanggal 23 Maret sampai 25 Mei 2020, pasien terdaftar 3.965 orang. Pasien terdaftar berjumlah 3.965 orang, rujuk ke RS lain 118 orang, pasien pulang/sembuh 1.936 orang, dan meninggal dunia 3 orang," beber Suhardi.
Sementara itu, untuk di Rumah Sakit Darurat Pulau Galang, Suhardi menyebut, pasien rawat inap berjumlah 51 orang. Rinciannya, ada sebanyak 26 pasien laki-laki dan 25 pasien perempuan.
"Positif Covid 24 orang, PDP 27 orang, ODP tidak ada," kata dia.
Total pasien terdaftar yang merujuk pada data rekapitulasi tanggal 12 April sampai 23 Maret 2020 berjumlah 144 orang. Sebanyak 63 orang sudah dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan.
"Rekapitulasi pasien TMT 12 April hingga 23 Mei 2020, terdaftar 114 orang, pulang atau isolasi mandiri 63 orang, meninggal dan rujuk ke RS lain tidak ada," katanya.
Baca Juga: 671 WNI Repatriasi Positif Virus Corona, Dirawat di RSD Wisma Atlet
Berita Terkait
-
Berlakukan New Normal, Kota Judi Las Vegas akan Kembali Dibuka 4 Juni
-
Bos La Liga Berharap Kompetisi Dilanjutkan 11 Juni Diawali Derby Sevilla
-
DPRD Usulkan Warga Surabaya yang Terpapar Corona Diberi Tanda Khusus
-
Empat Pemain Sevilla Langgar Aturan Lockdown, La Liga Beri Peringatan
-
Kabar Baik, Vaksin Corona yang Dikembangkan China Hasilnya Menjanjikan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK
-
Pamer Anak Jadi WNA Picu Amarah Warganet, Mengapa Pernyataan Alumni LPDP Begitu Sensitif?
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
-
KPK Incar Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Skandal Suap Jalur Kereta Api DJKA
-
Gus Yaqut Lawan Status Tersangka KPK, Akui Berhasil Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji
-
Ancaman PHK Gegara Impor Mobil Pick Up India, Buruh Minta KPK Turun Tangan Jaga Uang Rakyat