Suara.com - Kementrian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan sebanyak 38 warga negara Indonesia (WNI) dari 227 warga negara asing yang ada di tiga Depo Tahanan Imigrasi (DTI) dinyatakan positif terjangkit virus corona COVID-19.
"Ingin disampaikan bahwa terdapat satu klaster baru yang telah didapat di Depot Tahanan Imigrasi di Sepang. Hingga 25 Mei 2020 jam 12 tengah hari sebanyak 1.449 sampel telah diambil," ujar Dirjen Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah di Kuala Lumpur, Senin (25/5/2020).
Dari jumlah tersebut, 36 kasus positif COVID-19 (29 kasus dilaporkan hari ini), 540 kasus negatif COVID-19, dan 873 sampel masih menunggu hasil tes.
"Klaster DTI Bukit Jalil sebanyak 1.536 sampel telah diambil yang terdiri dari 1.422 tahanan atau Orang Kena Tahanan (OKT) dan 114 pegawai. Daripada jumlah tersebut 126 kasus adalah positif, 514 kasus adalah negatif dan 896 sampel masih menunggu keputusan," katanya.
Untuk klaster DTI Semenyih, ujar dia, sebanyak 1,757 sampel telah diambil yang terdiri dari 1,630 OKT dan 127 pegawai sedangkan dari jumlah tersebut 66 kasus adalah positif, 753 kasus adalah negatif dan 938 sampel masih menunggu hasil tes.
"Secara keseluruhan hingga kini terdapat 227 kasus positif dari tiga klaster DTI ini adalah melibatkan bukan warga negara Malaysia," katanya.
Sedangkan rinciannya 53 kasus warga negara Banglades, 41 kasus warga negara India, 38 kasus warganegara Indonesia, 37 kasus warga negara Myanmar, 28 kasus warga negara Pakistan, 17 kasus warga negara China, empat kasus warga negara Kamboja, tiga kasus warga negara Nepal, dua kasus warga negara Sri Lanka kemudian masing-masing satu kasus warga negara Filipina, Libia, Mesir dan Syria.
Sementara itu hingga 25 Mei 2020 pukul 12:00 tengah hari terdapat 172 kasus baru yang telah dilaporkan sehingga menjadikan jumlah kasus positif COVID-19 di Malaysia adalah sebanyak 7.417 kasus.
Sementara itu Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat ketika dikonfirmasi menyatakan pihaknya mencermati dan memonitor perkembangan tambahan kasus positif COVID-19 tersebut termasuk kabar adanya warga Indonesia yang terjangkit. (Antara)
Baca Juga: Kazakhstan Lockdown, Macan Tutul Salju Muncul di Dekat Kota Almaty
Berita Terkait
-
Dampak Karhutla sampai Malaysia, Menhut Raja Juli: Asap Nggak Punya KTP!
-
Menteri P2MI Mukhtarudin Tegaskan Negara Hadir untuk Anak Pekerja Migran di Malaysia
-
Malaysia Akui Kalah Dagang dari Indonesia
-
Malaysia Selangkah Lagi Jadi Negara Maju, Indonesia Masih Terjebak di Lantai Dasar
-
Warga Kuching Malaysia: Kami Tidak Bisa Lihat Apapun karena Asap Kebakaran Hutan Kalimantan
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah