Suara.com - Wali Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Capt Ali Ibrahim dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Chasan Boesoerie Ternate menggunakan protokol Covid-19.
Pernyataan tersebut disampaikan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara Alwia Assagaf di Ternate pada Senin (25/5/2020).
"Saat ini Wali Kota Tikep telah dirujuk ke Ternate untuk menjalani pemeriksaan karena menunjukkan diagnosa pneumonia bilateral paru-paru," katanya seperti dilansir Antara.
Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi secepatnya terkait hasil pemeriksaan sementara terhadap Wali Kota Tikep tersebut. Sesuai laporan, pada hari Senin (25/5/2020) bertempat di RSU Kota Tikep, telah dilaksanakan perawatan intensif oleh dokter rumah sakit terhadap Wali Kota Tidore Kepulauan Capt Ali Ibrahim.
Setelah itu, ia mendapatkan perawatan oleh tim medis serta pemeriksaan lanjutan dengan rapid test dan hasilnya nonreaktif, sedangkan dari hasil foto menunjukkan diagnosa pneumonia bilateral (paru-paru).
Karena Kota Tikep belum memiliki dokter spesialis paru, Wali Kota Tikep yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tikep tersebut dirujuk ke Ternate.
Selanjutnya tim medis dari RS Tidore kembali melakukan penjemputan terhadap istri Wali Kota Tikep, Sulama Ali Ibrahim untuk dilakukan pemeriksaan dan isolasi.
Sebelumnya, Sekretaris Kota Tikep Asrul Sani Soleman meninggal pada Sabtu (23/5) dini hari di RSU Chasan Boesoerie Ternate berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Sekkot Tikep didiagnosa mengalami pneumonia paru-paru, merupakan pasien RSD Kota Tikep yang dirujuk ke RSU Chasan Boesoerie Ternate. (Antara)
Baca Juga: Tidore Kepulauan Bakal Ajukan Penerapan PSBB ke Menkes
Berita Terkait
-
Hebat, Peneliti UI Buat Alat Prediksi Pneumonia Akibat Covid-19
-
Alami Gejala Pneumonia, 15 Tenaga Medis di Kota Batu Diisolasi
-
Tidore Kepulauan Bakal Ajukan Penerapan PSBB ke Menkes
-
Pasien Suspect Corona di Sardjito Meninggal, Diagnosis Pneumonia Bakterial
-
Wabah Virus Corona Semakin Mengkhawatirkan, Gejalanya Mirip Pneumonia!
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar