- Menteri Ketenagakerjaan menemukan sopir bus hanya tidur dua jam saat pengawasan mudik di Terminal Pulo Gebang.
- Pemeriksaan gabungan fokus pada kondisi fisik pengemudi dan kelayakan teknis bus sebelum keberangkatan mudik.
- Pemerintah melarang sopir tidak layak beroperasi guna menekan risiko kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026.
Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkap temuan mengejutkan saat melakukan pengawasan mudik Lebaran 2026. Seorang sopir bus diketahui hanya tidur selama dua jam sebelum dijadwalkan mengangkut penumpang, kondisi yang dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan perjalanan.
Temuan itu didapat saat pemeriksaan gabungan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta. Yassierli menegaskan, kondisi pengemudi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam pengawasan arus mudik tahun ini.
“Para pengemudi sebelum berangkat dicek dulu. Kemarin di Terminal Pulo Gebang ada sopir yang siap-siap mau bawa bus, ternyata tidurnya baru dua jam malam sebelumnya. Ini sesuatu yang tidak boleh terjadi,” kata Yassierli usai acara Pelepasan Mudik Bersama Kemnaker di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tim lintas kementerian. Kementerian Perhubungan fokus pada kelayakan kendaraan seperti kondisi rem dan teknis armada, sementara Kementerian Ketenagakerjaan memastikan kesiapan fisik dan kesehatan pengemudi.
Menurut Yassierli, aspek seperti waktu istirahat dan kondisi kebugaran sopir menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan. Hal ini karena kelelahan dapat meningkatkan risiko kecelakaan selama perjalanan mudik yang padat.
“Pengemudi dicek kesehatannya, dicek lama istirahatnya, apakah fit atau siap untuk melaksanakan tugasnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kasus sopir yang kurang tidur tersebut berhasil terdeteksi berkat proses screening yang dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah pun memastikan pengemudi yang tidak memenuhi standar keselamatan tidak diperbolehkan beroperasi.
Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran, yang setiap tahunnya mengalami lonjakan mobilitas masyarakat.
Pemerintah memperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 143 juta orang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan pengawasan terpadu melalui berbagai langkah, mulai dari Operasi Ketupat, pengecekan kelayakan kendaraan (ramp check), hingga pengaturan mobilitas seperti kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Baca Juga: Kiat Hemat Menuju Kampung Halaman lewat Mudik Bareng Pertamina 2026
Selain itu, pemerintah juga memetakan titik-titik rawan kepadatan di sejumlah simpul transportasi utama serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan minim risiko bagi seluruh masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
Terkini
-
Meriah dan Penuh Makna, Perayaan 12 Tahun Suara.com Hadirkan Semangat Kebersamaan di Yogyakarta
-
Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran
-
BGN Minta Jaksa Duduki Jabatan Inspektorat untuk Awasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Dana MBG Mengalir ke Daerah, BGN Libatkan Intel Kejaksaan Perkuat Pengawasan
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Mudik Lebaran Pengaruhi Polusi Udara di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran
-
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap
-
Hidup di Garis Depan Perang! Kakek Israel Ogah Mengungsi: Suara Rudal seperti Drum Orkestra
-
Legislator PKB: Pemotongan Gaji Pejabat adalah Pesan Kepemimpinan Moral di Tengah Krisis Global