Suara.com - Virolog China yang dituduh sebagai pencipta virus corona covid-19, Shi Zhengli, akhirnya buka suara kepada stasiun berita CGTN, Senin (25/05/2020), tentang pekerjaannya selama ini. Wanita yang dijuluki 'wanita kelelawar' ini membantu mengidentiifkasi virus jenis baru.
"Beberapa hari setelah sampel virus diperoleh pada 30 Desember, tim mengurutkan dan mengisolasi patogen dan sepertinya itu adalah tipe baru dari coronavirus," kata Shi Zhengli seperti yang disadur dari SCMP.
Mereka membuktikan bahwa strain yang telah mereka isolasi menyebabkan penyakit misterius dengan melakukan percobaan pada tikus transgenik dan monyet rhesus pada awal Februari. Hal ini mensimulasikan gejala pneumonia yang dialami oleh manusia dengan Covid-19.
Shi Zhengli juga mengatakan, 15 tahun penelitian dan eksperimen biologi molekuler yang mengamati apakah coronavirus yang dibawa oleh kelelawar memiliki potensi untuk melompat spesies telah memberi mereka pengalaman dan solusi teknis yang diperlukan ketika wabah dimulai.
"Sebagai contoh, metode deteksi asam nukleat dan antibodi kami dan teknologi isolasi virus, semua ini membutuhkan banyak waktu untuk sepenuhnya mengeksplorasi (tetapi memberi kami kemampuan untuk) mengidentifikasi patogen setelah kami memiliki sampel," katanya.
Pengakuan Shi ini sekaligus jadi jawaban atas semua teori konspirasi yang berhembus tentang asal virus corona. Shi sendiri bekerja di laboratorium Wuhan, sebuah pusat studi yang sempat dicurigai Amerika sebagai pusat penyebaran virus corona baru di Wuhan.
Asal usul coronavirus baru, Sars-CoV-2, masih belum diketahui - para ilmuwan percaya kemungkinan besar itu menyebar ke manusia dari hewan, mungkin kelelawar. Tetapi mengingat lokasi Wuhan di laboratorium dengan keamanan tinggi, yang menangani patogen paling mematikan, Shi mendapati dirinya berada di pusat teori konspirasi bahwa virus baru telah direkayasa atau bahwa virus itu telah lolos dari lab.
Sebelumnya ketika virus menyebar ke seluruh dunia, teori-teori berputar secara online ketika Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengklaim ada bukti patogen datang dari lembaga Wuhan, tanpa memberikan bukti.
Lembaga Wuhan telah berulang kali membantah klaim semacam itu dan Beijing mengatakan menemukan asal virus itu adalah masalah ilmiah dan menuduh AS mempolitisasi pandemi virus corona.
Baca Juga: Waspada Gelombang Kedua, China Sudah Tes 6,5 Juta Penduduk Wuhan
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Terkini
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan ASIsrael ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel
-
Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Ada Kendaraan Tempur AS 'Ngetem', Negara-Negara Timur Tengah Ikut Kecipratan Rudal Iran
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
Fakta Tersembunyi Iran Dikeroyok AS dan Israel: Benarkah Cuma karena Isu Kepemilikan Nuklir?