Suara.com - Sebuah video TikTok buatan petugas polisi asal India berhasil mempertemukan kembali R Venkateshwarlu dengan keluarganya.
Menyadur BBC, pria asal Telangana ini telah menghilang selama dua tahun. Rupanya, ia berada 2.000 kilometer dari rumahnya.
Venkateshwarlu yang kala itu sedang berada di bawah kolong jembatan Ludhiana, Punjab utara, secara tidak sengaja masuk ke video yang direkam oleh polisi Punjab Ajaib Singh.
Singh kemudian mengunggah video di akun TikTok pribadinya yang telah memiliki 800 ribu pengikut. Tak disangka, salah seorang teman Singh yang menonton video tersebut, mengenal identitas Venkasteshwarlu.
Orang tersebut lalu memberitahu keberadaan Venkasteshwarlu ke keluarganya. Setelah menghubungi kepolisian Punjab, keluarga pun bisa bertemu dengan sosok ayah yang tak diketahui keberadaannya sejak 2018 silam ini.
"Saya menangis ketika pertama kali melihatnya," ujar R Peddiraju, putra Venkastershwarlu.
"Kami berdua menangis ketika kami melihat satu sama lain untuk pertama kali. Dia meminta saya untuk datang dan membawanya pulang," imbuh Peddiraju.
Keluarga sebelumnya sempat kesulitan untuk menjemput ayahnya karena adanya masa pembatasan terkait Covid-19. Pun pihak kepolisian menganjurkan agar penjemputan dilakukan selepas lockdown berakhir.
Kendati demikian, si anak tetap berjuang mengurus persyaratan supaya bisa melakukan perjalanan di tengah masa pembatasan. Ia pun akhirnya bisa pergi ke Ludhiana pekan lalu, dan pulang ke kampung halaman bersama ayahnya pada Selasa (26/5).
Baca Juga: New Normal dan Dampaknya Bagi Sepak Bola Indonesia di Mata Pelatih Persib
"Hal pertama yang akan kami lakukan sekarang adalah membuatkannya nasi panas," kata dia.
Peddiraju menuturkan, sang ayah awalnya berniat mencari pekerjaan di desa lain dan pergi menumpang truk pada 2018 silam.
"Ayahku tertidur dan supir truk tidak tahu dia ada di sana. Beberapa kilometer kemudian, pengemudi itu menyadari bahwa ayahku ada di dalam truk dan dia menurunkannya di tengah jalan," jelasnya.
Sang ayah yang disebutkan mengalami kesulitan berbicara ini kemudian mencoba menumpang truk lain untuk kembali ke rumah. Sayang, truk tersebut malah membawanya ke arah yang berlawanan.
Pria ini kemudian diturunkan di Ludhiana dan hidup dari sumbangan makanan dari penduduk setempat. Venkateshwarlu tak bisa berbuat banyak, terlebih ia tidak mengerti bahasa Punjabi.
Keluarga sebelumnya telah berusaha meminta bantuan kepolisian Telangana untuk menemukan keberadaan pria tiga anak ini, namun gagal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara
-
Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik