Suara.com - Kementerian Luar Negeri Bangladesh melaporkan sejumlah 30 migran yang tengah melakukan perjalanan untuk mencari pekerjaan di Libya dibunuh oleh kelompok bersenjata pada Rabu (27/5), setelah sebelumnya diculik dan disiksa.
Menyadur Al Jazeera, kelompok bersenjata yang bermarkas di Mizda disebutkan menculik sekelompok migran yang tengah melintasi padang pasir di Benghazi pada 15 hari yang lalu.
Para migran kemudian disandera di sebuah gudang dan mengalami penyiksaan. Pihak kementerian mengatakan penculikan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan uang tebusan.
"Mereka menyiksa (migran) secara tidak manusiawi untuk tebusan. Hingga kahirnya, para tawanan dapat membunuh salah seorang penculik. Akibatnya, penculik pun menembaki para tawanan dengan membabi buta," kata keterangan Kementerian Luar Negeri Bangladesh, Jumat (29/5).
Dari segerombolan migran yang diculik, 11 diantaranya berhasil selamat dan kini tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Mizda.
Sementara dari 30 korban meninggal, 29 diantaranya merupakan warga Bangladesh, sedangkan enam sisnya merupakan warga Afrika.
Menteri Dalam Negeri Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya Fathi Bashagha mengatakan pihak berwenang kini tengah berupaya menemukan pelaku penculikan.
Pihak Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Libya menyebut insiden yang terjadi di gudang penyelundupan tersebut memanfaatkan situasi kyang tengah sulit.
"Kelompok-kelompok kriminal ini mengambil keuntungan dari ketidakstabilan dan situasi keamanan untuk memangsa orang-orang putus asa," kata kepala IOM Libya, Federico Soda.
Baca Juga: Ada Ubin Mozaik Romawi Kuno Terkubur dalam Tanah Perkebunan Ini
Sebagian besar migran datang ke Libya untuk mendapatkan penghasilan. Banyak dari mereka yang melarikan diri dari kemiskinan, perang, kerja paksa, mutilasi alat kelamin wanita, hingga pemerintah yang korup di kampung halaman, namun harus mengalami nasib tak jelas dan terlantar di tengah konflik Libya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta