Suara.com - India sebagai salah satu negara di Asia yang memiliki kasus virus corona yang tidak sedikit kembali memperpanjang masa kuncian wilayah atau lockdown. Keputusan tersebut tidak lain sebagai bentuk penanganan kasus virus corona.
Suara.com menyadur Anadolu Agency, Minggu (31/05), Pemerintah India resmi mengumumkan masa perpanjangan kuncian wilayah atau lockdown hingga 30 Juni pada hari Sabtu (30/05). Perpanjangan ini sekaligus sebagai fase kelima yang akan dimulai pada 1 Juni 2020.
Masa perpanjangan lockdown tersebut diterapkan pada wilayah di mana kasus-kasus virus corona baru telah dikonfirmasi.
Kementerian Dalam Negeri India mengatakan bahwa semua tempat ibadah, pusat perbelanjaan, hotel dan sektor perhotelan dapat dibuka kembali mulai 8 Juni. Pemerintah juga mengeluarkan pedoman untuk melanjutkan kegiatan terbatas di beberapa daerah secara bertahap.
Pemerintah India juga menyatakan, kegiatan masyarakat mulai pukul 09.00 malam hingga 5.00 pagi akan dilarang di seluruh wilayah India, kecuali untuk kepentingan yang sangat penting.
Sekolah, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya akan dibuka kembali pada tahap selanjutnya.
Pemerintah belum memutuskan apakah mengizinkan pembukaan kembali bioskop, tempat gym, penerbangan internasional, kolam renang, taman hiburan, bar, auditorium, ruang pertemuan dan tempat-tempat serupa. Tergantung pada perkembangan kondisi.
"Tidak akan ada pembatasan pada pergerakan orang dan barang antar negara dan intra negara. Tidak ada izin/persetujuan/e-izin terpisah akan diperlukan untuk gerakan tersebut," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian dalam negeri India.
Pemerintah India mengumumkan apa yang disebut tindakan lockdown 5.0 ketika India mencatatkan lonjakan kematian harian terbesar yakni 265 kasus akibat Covid-19 pada hari Sabtu (30/05). Sejumlah 7.964 kasus virus corona baru juga tercatat dalam 24 jam terakhir.
Baca Juga: Daging Kerbau Impor Asal India Mulai Masuk Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!