Suara.com - Pemerintah Inggris sedikit kewalahan dalam meyakinkan warganya tentang kebijakan pelonggaran lockdown. Menyadur Sky News pada Senin (1/6/2020), Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menegaskan bahwa keputusan ini aman dan Inggris tak bisa terkunci selamanya.
Meski begitu, Raab berkata pelonggaran ini bisa ditinjau ulang jika terjadi lonjakan kasus virus corona.
Hal ini diungkapkan Dominic Raab setelah penasihat sains sekaligus direktur Wellcome Trust, Jerey Farrar mengatakan kengeriannya terhadap pelonggaran lockdown karena virus corona masih menyebar hingga kini.
Secara terpisah, profesor kesehatan masyarakat global di Universitas Edinburgh Devi Sridhar juga mengatakan kepada Sky News bahwa peningkatan kasus virus corona "tidak dapat dihindari" ketika lockdown dilonggarkan.
Nicola Sturgeon juga memperingatkan tentang risiko signifikan dan penyakit jadi tidak terkendali jika pelonggaran tetap dilakukan. Itulah sebabnya Skotlandia sangat berhati-hati dalam pelonggaran pembatasan.
Terkait hal itu, Dominic Raab berkata bahwa ini adalah langkah yang sangat tepat karena pihaknya sudah mempertimbangkan kemampuannya memantau virus saat ini.
"Kami yakin bahwa ini adalah langkah yang paling tepat untuk dilakukan pada saat ini. Kami mengambil langkah-langkah itu dengan sangat hati-hati, berdasarkan pada sains juga berdasarkan kemampuan kami sekarang untuk memantau virus," ungkap Raab.
"Kita bisa tenang, kita bisa melindungi kehidupan, juga mata pencaharian. Mendapatkan kehidupan kembali ke sesuatu yang menyerupai normal, tetapi kita harus memantau dengan sangat hati-hati."
"Jika ada peningkatan dalam jumlah kasus, jika kita berhenti membuat kemajuan yang saya jelaskan, kita harus mengambil tindakan lebih lanjut lagi dan menargetkan virus di mana pun virus itu muncul."
Baca Juga: Emas Dunia Berangsur Meredup Imbas Pelonggaran Lockdown
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru
-
Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar