Suara.com - Dekorasi kamar milik seorang pemuda yang tinggal di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat viral di media sosial dan mendapat banyak pujian warganet.
Alan, pemilik kamar, mengaku hanya merogoh kocek sekitar Rp 100 ribu untuk merombak kamarnya. Hal ini terungkap dalam cuitan di akun @haibebih yang mulai diunggahnya pada Kamis (28/5/2020).
Pantauan Suara.com, pada Senin (1/6/2020), unggahan Alan telah mendapat 27 ribu retweet dan disukai oleh 97 ribu warganet.
"Estetik low budget version," tulis Alan, dikutip Suara.com.
Alan menceritakan ide dekorasi kamar ini muncul setelah dia lebih sering di rumah gara-gara pandemi virus corona atau Covid-19.
"Btw ini semua sebab corona, karena gak boleh keluar rumah kalau gak penting, dan harus di rumah aja. Jadi aku harus bikin kamar aku se-cozy mungkin biar betah di dalam kamar," tuturnya.
Alan mengunggah empat foto yang memperlihatkan kamarnya setelah dirombak. Dinding kamarnya dicat putih dengan tekstur batako yang menonjol.
Pemuda yang bekerja sebagai waiters di cafe ini menghias kamarnya dengan beberapa tanaman pot.
Ia mengatakan, "Sebenernya aku gak ada riwayat sebagai anak Design Interior, tapi emang dari dulu seneng sama Design Interior dan hobi juga. Dari jaman SMP sudah seneng rapi-rapi dan nata barang gitu, dan aku juga suka seni, walau gak aku perdalam."
Baca Juga: Nyaris 27 Ribu, Pasien Covid-19 RI 1 Juni Tembus 26.940 Kasus
Berhubung karena sekarang sedang ada pandemi, banyak waktu yang bisa dimanfaatin selama di rumah. Alan pun memutuskan untuk mendekor ulang kamarnya.
"Awalnya sempet bingung karena aku gak punya barang-barang buat kamar aku. Semua harus beli, awalnya aku mikir gitu, dan sudah 3 bulan ini aku di rumahkan, tanpa ada penghasilan. Itu yang menuntut aku untuk jadi orang kreatif, gimana caranya? Dengan memanfaatkan barang yang ada," ujar Alan.
Untuk tempat meja rias, Alan memakai sound system bekas yang sudah tidak terpakai. Ia menutupnya dengan sarung bermotif kotak-kotak milik bapaknya.
Meja tempat meletakkan makanan juga memakai sarung sebagai penutupnya. Alan membuat rak gantung sendiri dari papan kayu untuk tempat tanaman hias.
"Untuk tanamannya aku beli yang di pinggir jalan ya, harga 10 ribu sampai 15 ribu aja per potnya," kata Alan.
Lukisan yang dipajang hasil cetak sendiri. Alan memakai kardus dan lakban hitam sebagai bingkainya.
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual
-
Viral Motor Ojol Hilang Saat Antar Pesanan, Nikita Mirzani Lakukan Hal Ini
-
Viral Gurame Rp 1,3 Juta, Pemilik Warung: Itu Tidak Benar, yang Benar..
-
Rumah Doyong, Tidur di Tanah, Keluarga ini Tak Dapat Bantuan Pemerintah
-
Viral Video Warga Usir Tim Medis, Disebut Sudah Tak Lagi Percaya Covid-19
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Seorang Pemotor Tewas Usai Tertemper Kereta Bandara di Perlintasan Kalideres Jakbar
-
Komisi III DPR Beri Deadline 1 Bulan ke Kapolri, Ambil Alih dan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah!
-
Sekretaris Eks Mendikbudristek Sebut Nadiem Makarim Larang Rekam Semua Rapat Daring
-
Saksi Sebut Nadiem Makarim Transfer ke 5 Stafsus Pakai Uang Pribadi
-
Bikin Publik Kecewa, Dasco Langsung Minta Pemerintah 'Rem' Rencana Impor 105 Ribu Mobil dari India!
-
Dedi Mulyadi Jemput 13 Korban LC di NTT, Pastikan Proses Hukum Tetap Berlanjut!
-
Soal Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI, Ketua Komisi X: Alarm Sosial dan Ujian Komitmen Kebangsaan
-
Menteri PPPA Minta Hukum Transparan Bagi Oknum Brimob Penganiaya Anak di Tual
-
Nekat Jualan di Trotoar Tanah Abang, Wali Kota Ancam PKL Bandel dengan Pidana Ringan!
-
Fenomena WNI Jadi Tentara Bayaran Negara Lain, Pakar HI Ingatkan Pemerintah Soal Ini