Suara.com - Beredar sebuah artikel berjudul "MetroTV Akui Anies Adalah Presiden RI" yang dimuat di sebuah situs alumni212(dot)id yang ditayangkan pada Jumat, (29/5/2020).
Artikel yang ditulis oleh Januar Fikri tersebut memuat foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sebuah tangkapan layar tayangan berita Metro TV dengan headline "Presiden Tinjau Kesiapan Kenormalan Baru".
Isi artikel tersebut berisi kutipan sebagai berikut:
"Stasiun televisi nasional MetroTV ‘mengakui’ bahwa Anies Baswedan bukanlah Gubernur DKI Jakarta melainkan Presiden RI. Hal tersebut terlihat dari teks headline berita berjudul “Presiden Tinjau Kesiapan Kenormalan Baru” di program Selamat Pagi Indonesia. Padahal di situ adalah gambar Anies Baswedan yang sedang diwawancarai."
Lantas benarkah Metro TV mengakui bahwa Anies adalah Presiden?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id --jaringan Suara.com, klaim bahwa stasiun televisi Metro TV mengakui bahwa Anies Baswedan adalah Presiden Republik Indonesia adalah klaim yang salah.
Foto itu merupakan sebuah potongan tangkapan layar dari video yang ditayangkan Metro TV yang memuat liputan tentang Presiden Joko Widodo dan Anies Baswedan saat meninjau kesiapan New Normal di Stasiun MRT Bundaran HI Jakarta pada Jumat (26/5/2020).
Video yang diunggah dengan judul Jokowi Tinjau Kesiapan Kenormalan Baru di Stasiun MRT Bundaran HI itu merupakan saah satu rangkaian berita dalam acara Selamat Pagi Indonesia.
Baca Juga: MU dan Shenhua Sepakat, Ighalo Bertahan di Old Trafford Hingga Januari 2021
Dalam video asli tayangan berita yang diunggah kanal YouTube metrotvnews tersebut, pada menit ke 6:23 menunjukkan bahwa ketika video menayangkan gambar Anies yang tengah diwawancara tetap ditulis Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Kesimpulan
Kabar dari sebauh artikel yang menyebut bahwa Metro TV mengakui bahwa Anies adalah Presiden adalah klaim yang salah. Konten tersebut merupakan hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
-
Penasaran Upacara Pakai Video, Ibunda Anies Baswedan Lakukan Hal Ini
-
CEK FAKTA: Benarkah Foto Bernarasi 'Para Cebong Beratribut PKI Ditangkap'?
-
Anies Ingin Masker Jadi Bagian dari Seragam PNS DKI Jakarta
-
CEK FAKTA: Usia Diatas 50 Tahun Dilarang ke Mal dan Kafe saat New Normal?
-
Ada Sepatu Berlogo Palu Arit, Sejumlah Pihak Kaitkan dengan Kebangkitan PKI
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji