Suara.com - Gang Songsi yang berlokasi di RT. 05 RW. 06 Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora merupakan pemukiman padat penduduk. Banyak dari warga yang hingga kini belum memiliki kamar mandi pribadi.
Tarkait hal tersebut, ada satu keluarga terpaksa menjalani isolasi mandiri di Musala Baitus Salam karena tidak memiliki kamar mandi. Total ada 14 orang yang kini berada di musala itu lantaran ada satu orang keluarga yang dinyatakan positif Covid-19.
Ketua RW. 06 Kelurahan Tanah Sereal, Saad mengatakan para warga berencana membuat kamar mandi di rumah keluarga tersebut. Rencananya, proses pembuatan kamar mandi akan dilakukan mulai Rabu (3/6/2020) besok.
"Baru mau dilakukan mulai besok. Kami berencana membuatkan kamar mandi bagi mereka," kata Saad kepada Suara.com, Selasa (2/6/2020).
Saad menerangkan, ide pembuatan kamar mandi bagi satu keluarga tersebut digagas oleh para warga. Alasannya, agar satu keluarga itu tidak perlu diisolasi di Musala Baitus Salam.
"Kan kalau rumah mereka punya WC dan kamar mandi tidak perlu diisolasi di musala. Dengan pertimbangan itu (tidak punya wc) maka kami pindahkan ke musala sementara," jelasnya.
Meski demikian, lanjut Saad, pembiayaan pembuatan kamar mandi tetap berasal dari satu keluarga tersebut. Diketahui, satu keluarga yang terdiri dari 4 Kepala Keluarga (KK) itu tinggal dalam satu rumah yang tidak memiliki kamar mandi.
"Idenya (pembuatan kamar mandi) mungkin dari kami, tapi pembiayaan dari mereka. Karena memang rumah mereka belum memiliki WC dan kamar mandi," kata Saad.
Saad menambahkan, 14 orang yang masih berada di Musala Baitus Salam sudah menjalani pemeriksaan dan hasinya dinyatakan negatif Covid-19. Jika pembuatan kamar mandi sudah selesai, maka 14 orang itu bakal dikembalikan ke rumahnya.
Baca Juga: Rumah Terbakar, 200 Warga Menteng Terpaksa Tidur Berjubel saat Corona
"Iya mereka diisolasi sampai 14 hari tapi hasil sweb semua negatif. Mungkin Minggu besok akan saya kembalikan ke rumah sambil menunggu pembuatan kamar mandi dan WC. Jika selesai dalam dua hari dan siap, akan kami pindahkan kerumahnya," tutur Saad.
Berita Terkait
-
Karyawan RSUD Situbondo Tertular Corona dari Kluster Masjid Baitur Rahman
-
Ketua Lab FK UI Sebut Corona di Jakarta Bisa Beda Varian dengan Surabaya
-
Banyak Warga Takut Gelombang Kedua Covid, Tapi Masih Suka Ngopi ke Restoran
-
DPR: Teror Diskusi UGM Bikin Malu Wajah Demokrasi Indonesia
-
Jika Terpaksa, Kota Bandung Akan Kembali Menerapkan PSBB Corona
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari
-
Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!
-
1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?
-
Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!
-
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total