Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mempertanyakan terkait ketidakhadiran Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers penangkapan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.
Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan, seharusnya Firli yang menyampaikan kepada publik atas penangkapan buronan KPK tersebut.
"Semestinya Komjen Firli Bahuri turut hadir dalam konferensi pers untuk menjelaskan kepada publik terkait dengan penangkapan Nurhadi. Hal ini penting, setidaknya untuk menunjukkan keseriusan pimpinan KPK dalam menangani perkara ini," ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, Rabu (3/6/2020).
Dalam penangkapan buronan kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung tahun 2011-2016, hanya diwakili oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Menurut Kurnia, KPK era sebelumnya, dalam pengungkapan kasus besar, selalu dalam penyampaian keterangan kepada publik dilakukan oleh ketua KPK.
Tujuan itu dilakukan, untuk menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi. Lantaran terlebih masih banyak pelaku korupsi yang sampai saat ini masih buron.
Kurnia pun mencontohkan, penyampaian penetapan tersangka Ketua DPR RI Setya Novanto. Itu langsung disampaikan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. Setnov dijerat dalam kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP.
Kemudian, penetapan tersangka Irman Gusman selaku Ketua DPD RI pada September 2016. Itu juga disampaikan kepada publik oleh Agus Rahardjo.
Selanjutnya, Budi Gunawan ditetapkan tersangka oleh KPK tahun 2015 dalam kasus rekening gendut tahun 2015. Itu langsung disampaikan oleh Ketua KPK Abraham Samad.
Baca Juga: 2 Mantan Pimpinan KPK Beberkan Aksi Novel Baswedan Tangkap Buronan Nurhadi
Ada pula penetapan tersangka Akil Mochtar selaku Ketua Mahkamah Konstitusi pada Oktober 2013. Langsung, disampaikan kepada publik oleh Abraham Samad.
Menurut Kurnia, melihat KPK Era Firli dalam hal akuntabilitas penanganan perkara rasanya hal itu tidak mungkin terealisasi. Lantaran, dalam perkara sebelumnya saja yang bersangkutan terkesan menutup-nutupi informasi kepada masyarakat.
"Ambil contoh, kejadian dugaan intimidasi pegawai KPK di PTIK dalam kasus yang melibatkan Harun Masiku dan Wahyu Setiawan, praktis sampai saat ini Komjen Firli tidak menginformasikan apa yang sebenarnya terjadi," imbuh Kurnia.
Tag
Berita Terkait
-
2 Mantan Pimpinan KPK Beberkan Aksi Novel Baswedan Tangkap Buronan Nurhadi
-
KPK Soroti Rendahnya Setoran Pajak Daerah dari DKI Jakarta
-
Gembiranya Mahfud MD Dengar Buronan KPK Nurhadi Tertangkap
-
Mengapa Ketua KPK Absen dalam Konferensi Pers Penangkapan Nurhadi?
-
Detik-detik Nurhadi dan Menantu Dipamerkan Pakai Rompi Tahanan KPK
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup