Suara.com - Warga negara Indonesia (WNI) di Australia, Harry Sumantri harus menderita retak tulang tengkorak dan patah tangan setelah berkelahi dengan temannya gara-gara hand sanitizer.
Menyadur 7News, Harry menderita berbagai luka setelah temannya, Kevin Arden, menyerangnya menggunakan palu.
"Aku mencoba berteriak, 'Tolong, seseorang ingin membunuhku!'" kata Harry Sumantri dikutip dari 7News, Kamis (4/6/2020).
"Setelah satu menit, rasanya ada 20 pukulan mendarat di kepala saya. Saya coba keluar dari kamar, namun dia menghalangi."
Harry yang kekinian telah dibawa ke Rumah Sakit St. Vincent, mengatakan aksi brutal itu bermula selepas dia menagih hutang kepada sebesar USD 52 ribu atau sekitar Rp 737 juta.
Uang sebanyak itu digunakan Adern untuk berinvestasi dalam penjualan hand sanitizer yang rencananya bakal dipasarkan di Indonesia.
"Tanggal jatuh tempo adalah Senin lalu, tapi kemudian dia selalu berkata, 'Oke, besok'," jelas Harry.
Pria 26 tahun itu tak menyangka respons Adern setelah ditagih hutang begitu buruk. Pasalnya, dia dan Arden adalah teman baik yang telah berbagi apartemen selama lebih dari dua tahun.
"Aku masih tidak percaya ini karena kami adalah teman baik," jelas Harry.
Baca Juga: Gojek Didukung Investor: Ada Facebook, PayPal, Google, sampai Tencent
Harry sendiri beruntung tidak kehilangan nyawa akibat serangan tersebut. Pada saat kejadian, salah satu temannya mendengar keributan dan berhasil menolong Harry.
"Ketika saya melihat darah di sana, saya berlari cepat ke arah pintu kamar. Kemudian saya mendorong pintu dengan tubuh saya. Pada awalnya sulit, sehingga saya butuh mencoba sekitar mungkin lima kali," jelas teman Harry.
Arden (26) sendiri kekinian telah ditangkap dan dibawa ke Rumah Sakit Royal Prince ALfred. Pihak kepolisian menuduhnya telah menyebabkan cedera atau luka serius dengan niat membunuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas