Suara.com - Dukacita mendalam dirasakan oleh seorang laki-laki asal Malaysia yang baru saja kehilangan bayinya. Ia tak berhenti mencium jenazah anaknya tersebut sebelum dikebumikan.
Momen mengharukan itu viral di media sosial setelah dibagikan oleh pengguna Facebook Ustaz Muhammad Rafieudin Zainal Rasid, pada Minggu (7/6/2020).
Disadur dari borakdaily, Senin (8/6), dalam unggahan status bertajuk "Terima Kasih Telah Singgah di Rahim Ibumu", Ustaz Muhammad membagikan pengalamannya ketika memulasarkan jenazah seorang bayi yang masih berusia 23 minggu.
Anak itu terpaksa dilahirkan dilahirkan secara prematur, lantaran ibunya menderita komplikasi ketika mengandung.
Dalam narasinya, Ustaz Muhammad menerangkan bahwa bayi tersebut terlahir sempurna dengan berat 500 gram. Namun, anak itu hanya bisa bertahan hidup selama beberapa jam setelah dilahirkan.
Kenyataan ini sontak membuat orang tuanya terpukul. Apalagi bayi yang meninggal itu merupakan anak sulung yang telah dinanti-nantikan.
Menurut penuturan Ustaz Muhammad, sang ayah dari bayi tersebut bahkan tak berhenti menciumi jenazah anaknya di pemakaman seperti orang yang enggan merelakan.
Melihat kejadian itu, Ustaz Muhammad lalu menuliskan pesan yang ditujukan kepada orang tua agar mereka bersabar bila Sang Pencipta memanggil anaknya.
"Bersabarlah wahai ayah dan ibu, anak kalian sedang gembira bermain di Syurga. InsyaAllah mereka akan menunggumu di pintu Syurga, Anka kecil itu akan mengingatm ibu bapaknya dan akan memberikan syafaat kepada ibu bapa mereka dengan izin Allah," tulis Ustaz Muhammad seperti dikutip Suara.com.
Baca Juga: DKI Jakarta akan Terapkan New Normal, Sekjen AIMI: Rumah Sakit Belum Siap
Laki-laki itu juga mengutip beberapa hadits tentang anak kecil yang meninggal kelak akan dijanjikan surga.
Cerita yang dibagikan Ustaz Muhammad ini tak pelak menyentuh hati publik. Banyak kemudian yang menghaturkan doa sebagai tanda turut berdukacita kepada orang tua bayi.
Selain itu, warganet juga mengucapkam terima kasih kepada Ustaz Muhammad yang telah membagikan ilmu tentang mengikhlaskan anak.
Berita Terkait
-
Pemilik Mobil Jangan Baper, Begini Enaknya Pacaran Naik Motor
-
Gegara Lockdown Seragam Bocah SD Kesempitan, Ekspresinya Menggelikan
-
Viral Ustaz Keliling Bantu Kuil dan Keluarga Keturunan India saat Wabah
-
Viral Video Pria Histeris saat Disuntik, Publik: Muka Rambo Hati Kitty
-
New Normal Malaysia Dimulai 10 Juni, Bagaimana Penerapannya?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP