Suara.com - Pemprov DKI Jakarta mengklaim bakal melakukan pemeriksaan covid-19 di setiap pasar. Jika didapati ada pedagang positif, maka tempat dagang itu akan ditutup selama tiga hari.
Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pengetesan dilakukan dengan melakukan tes cepat atau rapid test dan swab test. Selanjutnya ketika ditutup selama tiga hari, maka akan disemprotkan desinfektan untuk membunuh virus corona.
"Action yang kita lakukan pertama adalah mau enggak mau kalau ada yang terindikasi positif pasar itu ditutup tiga hari untuk dilakukan penyemprotan dan sterilisasi," ujar Arief saat diskusi virtual, Kamis (11/6/2020).
Ia memilih pasar ditutup tiga hari untuk memastikan virus corona benar-benar hilang sebelum pasar dibuka kembali. Pasalnya jika hanya satu hari, ia khawatir masih ada virus dari China itu di pasar dan akan membahayakan pelanggan serta pedagang.
"Kalau satu hari di awal berpikirnya takut virusnya gak mati, jadi kita sterilisasi tiga hari tutup setelahnya baru beroperasi lagi," jelasnya.
Arief mengatakan dalam kondisi sempat terpapar corona pun pasar harus tetap dibuka demi memenuhi kebutuhan masyarakat dan pedagang yang butuh penghasilan. Namun yang terpenting adalah tetap menerapkan protokol pencegahan penularan corona.
"Prinsip dari hal ini pedagang ini situasinya terhimpit antara kesehatan dan ekonomi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil