Suara.com - Kisah sedih berikut ini menimpa seorang guru di Malaysia. Ia diabaikan oleh murid-muridnya karena memberikan tugas secara online sehubungan dengan adanya lockdown di negara tersebut.
Cerita ini terkuak usai putri sang guru membagikan kisah memilukan itu melalui media sosial.
Lewat akun Twitter-nya, putrinya yang bernama Anne @Ms4nne_ itu bercerita tatkala ibunya yang berprofesi sebagai guru tiba-tiba bertanya, mengapa grup Whatsapp yang ia buat bersama murid-murid tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Ia pun kaget dan merasa sedih sekaligus ketika mengetahui grup itu sepi bukan karena telepon pintar milik ibunya rusak, melainkan karena seluruh murid meninggalkan grup atau left group.
Dikutip dari World of Buzz, Anne pun melampirkan bukti dimana murid-murid ibunya serentak meninggalkan grup dan menyisakan sang guru sendirian di dalam grup tersebut.
"Ibuku mengirim pesan berisi tugas sekolah kepada murid-muridnya yang tergabung dalam sebuah grup Whatsapp, tetapi murid-murid itu malah meninggalkan grup," kata @MS4nne_ dalam bahasa Melayu.
Awalnya, sang ibu hanya bertanya tentang kelanjutan tugas sekolah yang telah ia berikan sebelumnya. Namun, beberapa murid kemudian meninggalkan grup tanpa sepatah kata pun. Akhirnya, hanya tersisa satu orang murid yang ada di dalam grup.
Tetapi, ketika ia hendak menambah tugas sekolah kepada para siswa, murid terakhir itu juga meninggalkan grup tanpa sepatah kata pun, sama seperti kawan-kawannya.
Insiden ini membuat Anne merasa sangat sedih. Pasalnya, selama masa lockdown di Malaysia, para guru kerap menerima tuduhan menerima gaji buta. Hal ini diakibatkan sekolah-sekolah yang ditutup selama masa lockdown dan pembelajaran dilakukan secara virtual.
Baca Juga: Cerita Sedih Viola, Bocah 7 Tahun Pengidap Kelainan Jantung dari Pandeglang
"Aku rasanya ingin menangis waktu ibuku bertanya kenapa murid-muridnya tidak memberikan respon sama sekali. Waktu aku cek, mereka semua ternyata sudah meninggalkan grup," terang Anne.
Namun, berkat ceritanya itu, Anne berhasil membuktikan kepada publik bahwa guru-guru di sana juga mengalami masa sulit selama lockdown. Mereka tidak menerima gaji buta seperti yang dituduhkan karena pembelajaran secara online ternyata juga memiliki banyak masalah.
Berita Terkait
-
Kisah Grup WhatsApp Keluarga Cemara Obat Kesepian Pasien Virus Corona
-
Grup WhatsApp Jadi Medium Penyebaran Hoaks Covid-19 Paling Berbahaya
-
Kelewat Gabut, Jumlah Isi Pesan Grup WhatsApp Ini Bikin Warganet Terkejut
-
Terlalu Berisik, Begini Cara Keluar dari Grup WhatsApp Tanpa Ketahuan
-
Belajar di Rumah, Tingkah Bocah-bocah di WhatsApp Grup Ini Bikin Gemas
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu
-
Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Bahlil Buka Suara Soal Ekspor Mineral Tertahan, Kandungan Logam Tanah Jarang Jadi Sorotan
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya