Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menentang kampanye merdeka belajar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurutnya hal ini menunjukan Nadiem gagal paham jika program tersebut dilakukan di tengah pandemi corona Covid-19.
Karena itu, Zita meminta agar Pemerintah segera menciptakan inovasi kurikulum pendidikan di masa pandemi. Panduan belajar yang disiapkan untuk tahun ajaran baru oleh Nadiem dan jajarannya disebut berpotensi diskriminatif.
"Soal kampanye merdeka belajar, menurut saya, ini gagal paham, sangat salah. Karena sektor sosial seperti pendidikan dan kesehatan bukan pasar bebas seperti ekonomi," ujar Zita di Jakarta, Kamis (18/6/2020).
Menurutnya selama 3 bulan sekolah ditutup karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), para siswa sudah menerima pengaruh buruk.
Anak di rumah dibebaskan mengakses internet begitu saja tanpa pengawasan ketat dari orang tua dan guru.
Karena itu ia tak ingin hal ini berlangsung lebih lama. Pemerintah diminta membuat terobosan lain jika pandemi berkepanjangan.
"Di DKI Jakarta itu kan zona merah. Kalau sampai 2 tahun terus merah, bagaimana proses KBM di Jakarta nantinya. Saya sampaikan katakan tidak untuk diskriminasi karena pendidikan itu untuk semua," jelasnya.
Ia lantas meminta Nadiem melakukan inovasi kurikulum seperti proses belajar online dengan pendampingan guru dan orang tua bagi masyarakat yang memiliki akses gadget dan internet.
Namun menurutnya tetap harus ada kegiatan secara tatap muka tapi tidak menggunakan sekolah seperti mendatangkan guru ke kantor RW, RPTRA, dan Fasilitas lainnya dengan jaga jarak. Kegiatan ini juga disebutnya memudahkan siswa yang memiliki masalah belajar daring.
Baca Juga: UNICEF: 66 Persen Siswa di Indonesia Tidak Nyaman Belajar di Rumah
"Belajar dengan jarak itu dibutuhkan bagi siswa yang tidak memiliki akses gadget dan internet. Terakhir adalah belajar di sekolah di saat zona semua hijau. Ini juga tetap memerlukan inovasi kurikulum," jelasnya.
Karena pembelajaran online masih dilakukan, ia meminta agar pemerintah memberikan diskon tarif provider untuk seluruh akademia, baik siswa, guru dan lainnya. Jika diperlukan, tarif provider itu digratiskan untuk mempermudah proses pembelajaran jarak jauh.
"Mas Menteri juga harus meningkatkan infradigital dengan membuat aplikasi belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Serta membuat bahan belajar seperti buku dan sebagainya melalui format pdf," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular