Suara.com - Facebook telah menghapus iklan kampanye Donald Trump yang menampilkan simbol Nazi Jerman.
Menyadur BBC News pada Jumat (19/6/2020), perusahaan milik Mark Zuckerberg mengatakan iklan Donald Trump tersebut mengandung segitiga merah terbalik mirip dengan yang digunakan oleh Nazi untuk melabeli lawan seperti komunis.
Facebook mengatakan iklan Donald Trump melanggar kebijakannya yang dianggap mengandung kebencian yang terorganisir.
"Kami tidak mengizinkan simbol yang mewakili organisasi yang penuh kebencian atau ideologi yang penuh kebencian kecuali jika mereka dihadapkan dengan konteks atau kecaman," kata kepala kebijakan keamanan jaringan sosial, Nathaniel Gleicher dikutip dari BBC News.
"Itulah yang kami lihat dalam kasus iklan ini, dan di mana pun simbol itu digunakan, kami akan mengambil tindakan yang sama." tambah Gleicher.
Iklan tersebut diposting di situs halaman milik Presiden Trump dan Wakil Presiden Mike Pence, dan telah menerima ratusan ribu tampilan sebelum mereka diturunkan.
"Segitiga merah terbalik adalah simbol yang digunakan oleh antifa, jadi itu dimasukkan dalam iklan tentang antifa," ujar Tim Murtaugh, juru bicara kampanye Trump.
"Kami akan mencatat bahwa Facebook masih memiliki emoji segitiga merah terbalik yang digunakan, yang terlihat persis sama," tambahnya.
Trump baru-baru ini menuduh antifa sebagai dalam kerusuhan yang terjadi selama protes kematian George Floyd. Bahkan Trump sampai memasukkan antifa ke dalam daftar teroris.
Baca Juga: Facebook Berdayakan Pengembang Teknologi di Indonesia Timur
Presiden Trump mengatakan bahwa ia akan menunjuk kelompok anti-fasis sebagai "organisasi teroris domestik", meskipun para ahli hukum telah mempertanyakan wewenangnya untuk melakukannya.
Antifa adalah gerakan protes sayap kiri yang menentang neo-Nazi, fasisme, supremasi kulit putih dan rasisme. Kelompok ini juga dianggap sebagai aktivis yang terorganisir secara longgar tanpa pemimpin.
Sebagian besar anggota mengecam apa yang mereka lihat sebagai kebijakan nasionalis, anti-imigrasi dan anti-Muslim dari Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kulit Kuning Langsat Jangan Asal Pilih! Ini 2 Warna Cushion Skintific Terbaik Sesuai Review
-
Review Leave No One Behind: Drama Laga Kepolisian Berantas Kejahatan TPPO!
-
Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Ekspor BRI Peduli Sukses Antar Usaha Lokal ke Pasar AS
-
Sunscreen Scarlett Mana yang Water Based? Ini Varian dengan Formula Ringan dan Cepat Meresap
-
Lucky Girl Syndrome: Motivasi Positif atau Harapan yang Terlalu Tinggi?
-
Transaksi Saham Melonjak! Volume Perdagangan BEI Melejit 66,88% dalam Sepekan
-
Blibli Andalkan Teknologi Platform untuk Tingkatkan Pengalaman Belanja
-
Semarak Hari Anak Nasional 2026 di SDN Nongkosawit 01 Semarang
-
Ulasan Silent Parade: Misteri Pembunuhan di Balik Keheningan Warga Kota
-
Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink