Suara.com - Perusahaan farmasi China National Biotec Group Co (CNBG) sedang bersiap untuk melakukan uji coba vaksin Covid-19 tahap akhir buatannya di UEA. Menyadur Bloomberg pada Rabu (24/06/2020), perusahaan ini sudah mendapat persetujuan dari UEA.
Uji coba tahap III untuk vaksin Covid-19 ini akan bermitra dengan perusahaan asal Abu Dhabi namun belum ada bocoran tentang kepastian waktu dan jumlah orang yang terdaftar dalam uji coba.
Sebagai salah satu perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin Covid-19, CNBG perlu melanjutkan uji coba tahap III untuk menguji apakah produk yang mereka kembangkan efektif melawan virus corona.
Perusahaan yang mengembangkan vaksin ini harus mencari tempat dengan wabah virus aktif untuk menyelesaikan tahap akhir pengujian pada manusia, yang membutuhkan ribuan orang.
Di China, jumlah kasus virus corona cukup rendah sehingga membuatnya tak layak untuk melakukan uji coba di dalam negeri. Sementara itu, kasus virus corona di UAE masih tinggi dengan ratusan kasus setiap hari. Total angkanya bahkan lebih dari 45.000 infeksi.
Bulan lalu, perusahaan bioteknologi China, CanSino Biologics Inc., juga mendapat persetujuan untuk melakukan pengujian vaksin bersama militer China di Kanada namun keputusannya belum final.
Hal serupa juga terjadi pada Sinovac Biotech Ltd. yang bermarkas di Beijing. Pihaknya bermitra dengan Instituto Butantan untuk melakukan uji coba terhadap 9.000 orang di Brasil, tetapi belum ada persetujuan untuk melanjutkan proyek ini.
Perusahaan dari negara lain juga berlomba-lomba masuk tahap III dalam uji coba vaksin, diantaranya kolaborasi AstraZeneca Plc dengan Universitas Oxford yang akan uji coba di di Brasil dan Moderna Inc. yang akan uji coba pada 30.000 orang di AS.
Baca Juga: Meluncur 14 Juli, UEA Akan Jadi Negara Arab Pertama yang Capai Mars
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?