Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan Wakil Presiden Maruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa baru atau new fatwa. Dalam fatwa terbaru tersebut berisi aturan salat bisa dilakukan tanpa wudhu dan tayamum.
Narasi tersebut dimuat oleh akun Facebook bernama Putra Inka. Ia mengunggah sebuah foto tangkapan layar sebuah artikel berjudul 'Maruf Amin Minta MUI Terbitkan Fatwa Shalat Tanpa Wudhu Tanpa Tayamum' yang dimuat di situs Swarakyat.com.
Berikut isi narasinya:
"Akan Keluar New Fatwa Yang Menurut Saya Tambah Nyleneh Dan Somplak,Bagaimana Menurut Pemirsa Tentang New Fatwa Dari Mbah Kakung,Yang Akan Di Keluarkan Untuk Rakyat Negeri +62."
Benarkah narasi tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Rabu (24/6/2020), narasi yang menyebutkan Maruf Amin meminta fatwa baru salat tanpa perlu wudhu dan tayamum adalah narasi yang salah. Faktanya, permintaan fatwa salat tanpa wudhu dan tayamum tersebut hanya berlaku untuk tenaga medis Covid-19 dengan APD lengkap, bukan untuk umum.
Artikel berita yang diunggah oleh akun Facebook tersebut benar terdapat di portal berita Swarakyat.com. Namun, ada ketidaksesuaian antara judul dengan substansi artikel.
Dikutip dari Medcom.id dalam artikel berjudul 'Wapres Minta MUI Terbitkan Fatwa Pemulasaran Jenazah Covid-19', Maruf Amin mengaku meminta MUI mengeluarkan fatwa terkait pemulasaran jenazah positif Covid-19 dan fatwa yang mengatur tata cara berwudhu bagi petugas medis Covid-19.
Permintaan fatwa tersebut dilatarbelakangi kondisi petugas medis yang tak bisa melepas APD saat waktu salat tiba ketika hendak berwudhu.
Permintaan Maruf Amin disanggupi oleh MUI. MUI menerbitkan fatwa Nomor 17 Tahun 2020 yang mengatur tenaga medis dengan APD saat merawat pasien Covid-19 boleh tidah wudhu karena dalam keadaan mendesak.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan narasi yang menyebut Maruf Amin meminta fatwa salat tanpa wudu dan tayamum adalah narasi tidak benar. Narasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Viral Sepeda Motor Terbakar karena Hand Sanitizer, Benarkah?
-
Dianggap Penggerak Ekonomi Syariah, Ma'ruf Dapat Gelar Doktor Kehormatan
-
Tengku Zul: Kalau Jokowi Wafat Kyai Maruf jadi Presiden, Baru Saya Bantu
-
Wapres Ma'ruf Amin Tekankan Pentingnya Inovasi New Normal
-
CEK FAKTA: Benarkah Anies Akan Jual Gedung Pemerintah jika Ibu Kota Pindah?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun
-
Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!
-
Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Ko Erwin Ditembak di Kaki
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?