Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melakukan penahanan terhadap Direktur PT. Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) Taufik Agustono (TAG). Taufik akan ditahan selama 20 hari ke depan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap kerjasama jasa pengangkutan bidang pelayaran.
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menyebut Taufik telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Oktober 2019. Taufik ditahan di Rumah Tahanan KPK Kavling C-1.
"Tersangka TAG akan ditahan selama 20 hari pertama mulai 26 Juni 2020 hingga 15 Juli 2020 di Rutan KPK Kavling C1," kata Lili di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2020).
Lili menyebut sebelum dilakukan penahanan di Rutan, Taufik akan menjalani karantina mandiri di Gedung KPK lama. Dan dipisahkan dengan tahanan lainnya sebagai bentuk protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus covid-19.
"Tersangka TAG akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebagai bagian dari protokol kesehatan oencegahan covid-19," ungkap Lili.
Untuk diketahui penetapan tersangka merupakan hasil pengembangan yang telah menyeret tiga tersangka sebelumnya pada operasi tangkap tangan (OTT) pada 28 Maret 2019 lalu, salah satunya menjerat bekas Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Bowo Sidik Pangarso.
Untuk Bowo Sidik sudah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider empat bulan kurungan.
Sedangkan, Asty divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan. Sementara Indung Andriani masih dalam upaya hukum di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA).
Dalam perannya, Taufik memberikan uang suap Rp 1 Miliar kepada Bowo Sidik secara bertahap. Agar perusahaannya mendapatkan proyek pengangkutan bidang pelayaran.
Baca Juga: Cegah Korupsi di Pilkada 2020, Mahfud Minta KPK Ikut Awasi
Pada rentan waktu 1 November 2018 hingga 27 Maret 2019, diduga terjadi transaksi pembayaran fee dari PT HTK kepada Bowo.
Adapun rinciannya, yakni USD 59.587 pada 1 November 2018, USD 21.327 pada 20 Desember 2018, USD 7.819 pada 20 Februari 2019, dan Rp 89.449.000 pada 27 Maret 2019.
"Di PT HTK, uang-uang tersebut dikeluarkan berdasarkan memo internal yang seolah membayar transaksi perusahaan, bukan atas nama BSP (Bowo Sidik Pangarso),"
Dalam kasus ini, Taufik disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Berita Terkait
-
Firli Bahuri Naik Helikopter Mewah ke Baturaja, KPK: Itu Sewa
-
Kakak Kandung Istri Nurhadi, Dicecar Penyidik KPK Terkait Sejumlah Uang
-
Diperiksa KPK, Agus Martowardojo Tak Ditanya Soal Kasus Percetakan Uang
-
Dewas KPK Segera Klarifikasi Penggunaan Helikopter Mewah Ke Firli Bahuri
-
Respon Kajian ICW dan TII, KPK Beberkan Kinerja Firli Bahuri Selama 6 Bulan
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi