Suara.com - Band rock legendaris asal Inggris, The Rolling Stones melarang Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan lagu-lagu mereka di kampanye.
Menyadur BBC, Minggu (28/6/2020), pihak band memperingatkan akan megambil jalur hukum jika Trump masih terus memakai mereka tanpa izin.
Kuasa hukum The Rolling Stones mengatakan telah bekerja sama dengan organisasi pembela hak cipta, BMI, guna menghentikan penggunaan musik mereka dalam kampanye.
Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (27/6), juru bicara band menyebut sejumlah langkah untuk melarang Trump menggunakan musik The Rolling Stones dalam kampanye-kampanye mendatang perlu dilakukan usai peringatan secara langsung tak dihiraukan
BMI disebutkan telah memberitahu tim kampanye Trump atas nama Stones soal penggunaan lagu tanpa izin akan dianggap melanggar aturan lisensi dan dapat dituntut hukum.
Pekan lalu, Trump kedapatan menggunakan lagu 'You Cant Always Get What You Want' dalam kampanye di Tulsa, Oklahoma.
Lagu tersebut juga digunakan oleh tim kampanye Trump sepanjang pemilu AS 2016 silam.
"The Rolling Stones tidak mendukung Donald Trump," cuit band ini pada 2016.
Sementara awal Juni ini, Trump juga mendapatkan peringatan dari keluarga mendiang musisi rock Tom Petty terkait penggunaan lagu 'I Won't Back Down' tanpa izin di kampanye Tusla.
Baca Juga: Jeritan Hati Warga Palestina: Susun 10 Bata Saja Pasti Dihancurkan Israel
Melalui akun twitter, pihak keluarga mengatakan Tom Petty tidak pernah ingin lagu miliknya digunakan untuk kampanye kebencian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam