Suara.com - Menteri pertahanan Jerman mengatakan dirinya telah memerintahkan pembubaran sebagian pasukan elite komando, KSK, yang terus dikecam atas pengaruh ekstremisme sayap kanan di jajarannya.
Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan kepada sebuah surat kabar bahwa sebagian pasukan KSK bertindak sendiri, lepas dari rantai komando militer Jerman.
Pada Mei lalu, polisi Jerman menyita bahan peledak dan senjata di rumah seorang prajurit KSK.
Kemudian pada Januari silam, intelijen militer mengatakan ada hampir 600 tersangka pendukung sayap kanan di angkatan darat tahun lalu.
Mereka juga mengatakan KSK (Pasukan Komando Khusus) merupakan masalah khusus, lantaran ada 20 anggotanya dicurigai sebagai ekstremis sayap kanan.
KSK telah "menjadi sebagian independen" dari rantai komando, dengan "budaya kepemimpinan yang beracun", kata Kramp-Karrenbauer kepada surat kabar Sueddeutsche Zeitung.
Kramp-Karrenbauer telah membentuk kelompok kerja pada Mei lalu untuk memeriksa persoalan ini, dan tim tersebut mempresentasikan laporan temuannya pada Selasa (01/07).
Keberadaan KSK "tidak dapat dilanjutkan dengan bentuk saat ini" dan harus "diintegrasikan lebih baik ke Bundeswehr [angkatan bersenjata Jerman]", kata laporan itu, seperti dikutip kantor berita AFP.
Salah satu dari empat kompi dalam pasukan elite tersebut, yang wujud ekstremismenya disebut paling marak, akan dibubarkan dan tidak akan diganti, ujar menteri.
Baca Juga: Donald Trump Setuju Tarik 9.500 Pasukan AS dari Jerman
"Siapa pun yang berubah menjadi ekstremis sayap kanan tidak memiliki tempat di Bundeswehr dan harus meninggalkannya," katanya kepada radio Jerman.
Berbagai operasi KSK akan dipindahkan ke unit lain, dan mereka tidak akan ambil bagian dalam latihan dan misi internasional sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Lebih lanjut Kramp-Karrenbauer mengatakan, temuan terbaru - termasuk hilangnya 48.000 amunisi dan 62 kilogram bahan peledak - "mengganggu" dan "mengkhawatirkan".
Investigasi internal akan dilakukan untuk menentukan apakah barang-barang itu dicuri atau hilang lantaran sistem pembukuan yang ceroboh, katanya.
Pasukan Komando Khusus (KSK) Jerman didirikan pada 1996, dan memiliki sekitar 1.000 tentara terlatih untuk menangani situasi krisis, misalnya membebaskan sandera di luar negeri, yang saat itu tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan pasukan dari negara lain.
Persoalan di tubuh militer yang ditandai maraknya dukungan kepada kelompok sayap kanan, muncul pada 2017.
Inspeksi diperintahkan di semua barak militer ketika ditemukan memorabilia era Nazi di dua barak.
Banyak di antara para serdadu dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok sayap kanan dan dianggap bersimpati dengan partai oposisi utama Jerman, AfD.
Berita Terkait
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Kusala Sastra Khatulistiwa Hadir Kembali, Tiga Karya Terbaik Raih Penghargaan 2025
-
Daftar Panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025
-
Menkominfo Akui Platform Meta Jadi Sarang Konten Radikalisme dan Terorisme
-
Sempat Terkendala Izin, KPU Klaim PSU di Kuala Lumpur Berjalan Lancar
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar