Jika Jokowi ingin me-reshuffle menteri di kabinetnya, kata Amien Rais, lakukanlah dengan segera. Namun, Jokowi diingatkan agar tidak memilih menteri yang tidak kompeten.
"Kalau mau reshuffle ya, silakan reshuffle, tapi ya jangan pilih (menteri--RED) yang begitu lagi dan harus cepat. Kalau tidak, ya sudah. Begini apa adanya," tutur Amien Rais.
Pun Amien Rais mengingatkan Jokowi agar berkaca kepada nasib Presiden ke-2 RI Soeharto. Selama 32 tahun berkuasa, Soeharto selalu dipuji menterinya. Namun, ketika lengser, para menteri tersebut tidak ada yang membela dan meninggalkannya.
"Saya ingatkan ya pada Pak Jokowi lihatlah nasib Pak Harto dulu. Beliau 32 tahun berkuasa, semua menterinya itu hanya mengiya-iyakan, memuji-muji, tidak ada menteri yang tidak memuji, sehingga terbuai," ujar Amien Rais.
Dia melanjutkan, "Ketika gerakan rakyat sudah mengepung kekuasaan. Pak Harto sulit bertahan, semua menterinya meninggalkan. Tidak ada lagi yang membela Pak Harto, kecuali satu orang yaitu Saadillah Mursjid."
"Ya Allah, jadi saya cuma mengingatkan berkacalah dari nasib Pak Harto, yang sangat kuat waktu itu tapi itupun ketika ditinggal menterinya jadi keropos. Itu Pak Harto," kata dia.
Pun demikian, kata Amien Rais, Presiden Pertama RI Soekarno juga pernah mengalami hal seperti itu, ditinggalkan menteri saat kekuasaannya runtuh.
"Nah pak Jokowi jauh lebih enteng daripada Bung Karno atau Pak Harto jadi jangan macam-macam. Kalau mau berbenah, cepatlah dan harus ikhlas, tidak usah ada sandiwara lagi," tutur Amien Rais.
Baca Juga: DPR Soroti Beredarnya Surat Penghentian Paket Pelatihan Kartu Prakerja
Berita Terkait
-
DPR Soroti Beredarnya Surat Penghentian Paket Pelatihan Kartu Prakerja
-
Rocky Gerung Sebut Jokowi Marah Pakai Teks, Ngabalin: dari Mana Bisa Tahu?
-
Piala Dunia U-20 2021: Presiden Jokowi Minta PSSI Pasang Target Realistis
-
Usai Diancam Jokowi, Mensos: Kita Kerja, Enggak Mikirin Reshuffle
-
Tiga Politikus Adu Argumen Soal Jokowi Marahi Menteri, Karni Ilyas: Sudah!
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga
-
Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya
-
500 Titik Bazar Murah Jakarta, Strategi Pasar Jaya Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan
-
Kemensos Akan Bagikan Jadup Rp450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatra Pekan Ini
-
PDIP Dukung Pernyataan Dasco: Pemimpin Harus Cetak Keberhasilan Sebelum Pikirkan Periode Kedua
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat