Suara.com - Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt Jacky Manuputty menyampaikan pihaknya telah membicarakan soal Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Dalam RUU HIP, PGI menemukan ada upaya menafsir ulang sila-sila dalam pancasila.
Jacky mengatakan PGI menemukan kekeliruan tersebut ketika menelaah RUU HIP yang merupakan inisiatif DPR RI. Menurutnya, pancasila tidak bisa lagi diotak-atik meskipun melalui sebuah produk Undang-undang.
"Kami melihat ada hal-hal yang menurut kami keliru diantaranya menafsir ulang sila-sila pancasila yang telah disampaikan oleh para bapak bangsa," kata Jacky di Kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2020).
"Sementara pancasila sebagai pembentuk norma tidak bisa dilegalisir oleh sebuah produk UU," tambahnya.
Terkait itu, PGI pun menolak adanya RUU HIP. Terlebih mereka pun meminta kepada pemerintah ataupun DPR bisa mengajak seluruh elemen bangsa guna mendengar dan menampung aspirasi masyarakat. Kemudian pemerintah maupun DPR bisa merumuskan kembali sebuah produk UU yang berfokus pada pembinaan pancasila.
Sebab, PGI meyakini perumusan dan penetapan pancasila sebagai dasar NKRI oleh para pendiri bangsa merupakan anugerah Tuhan.
"Dalam keyakinan ini kita menganggap bahwa Pancasila sebagai falsafah dan pedoman hidup berbangsa dan bermasyarakat telah bersifat final dan harus dieprtahanakan keutuhan sila-silanya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
RUU HIP Ditolak, Lintas Agama Minta DPR Tunjukan Sikap Kenegarawanan
-
CEK FAKTA: Benarkah Foto Uya Kuya Menghipnotis Maruf Amin?
-
Pemerintah Masih Buka Peluang Bahas RUU HIP dengan Menghapus Pasal Tertentu
-
Siap Demo Lagi, PA 212 Disindir Ferdinand: Rekor Kerumunan Tahan Covid-19
-
Kapolri Dikasih Kue Tart, Kader PDIP: Pembakar Bendera Harus Diusut Tuntas!
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan
-
Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Istri Nadiem Makarim Sambangi DPR RI, Minta Audensi Terkait Kasus Chromebook
-
Jutaan Laporan Masuk, KAI Temukan Puluhan Kasus Pelecehan Seksual
-
Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!
-
Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata
-
Pakar: Pakta Pertahanan Indonesia dan AS Bikin China Berpotensi Tercekik, Kenapa?
-
Setahun Aksi Gruduk Rumah Jokowi, Rustam Klaim Dukungan Publik Menguat