Suara.com - Kehabisan uang selama liburan di Bali, turis asal Rusia, Markelov Maksim berbuat ricuh di sebuah villa di Prerenan, Mengwi, Badung. Akibatnya pria 24 tahun itu diamankan petugas Imigrasi Kelas 1 TPI Denpasar.
Dilansir dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), sumber di lapangan menyebutkan, Markelov Maksim dulunya pernah menyewa villa tersebut namun tak lama dia pergi tanpa sepengetahuan pemilik. Lantas, dia balik lagi ke villa dan mengaku kehabisan uang.
Karena merasa kasihan, pemilik villa memberinya makan dan mengizinkan kembali tinggal di villa tersebut. Tapi sejak beberapa hari belakangan dia justru berbuat ulah.
Pria diduga stres itu kerap berteriak tanpa alasan yang jelas, kencing di wastafel dan memutar-mutar gas. Ia juga sempat menghilang dari villa dan kedapatan tidur di bedengan sekitar villa.
Bahkan, ada beberapa rekan pelaku juga sempat menceritakan bahwa Markelov mempunyai utang yang cukup banyak ke teman-temannya dan belum dibayarkan. Kemudian dia juga ngutang di sebuah restoran di pinggir pantai.
Perilaku Markelov membuat panik pemilik dan warga sekitar resah sehingga melaporkannya ke Imigrasi Klas 1 TPI Denpasar.
Terkait hal ini, Humas Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Surya Dharma mengatakan, Markelov sudah ditahan di ruang Detensi Imigrasi Kelas I Denpasar.
Setiba di Imigrasi, Markelov menjalani rapid test virus corona.
"Sekarang kami tahan dia dulu. Dia juga mengaku berkeinginan menjadi WNI," ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/7/2020).
Baca Juga: Pura di Denpasar Mulai Dibuka
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!