Suara.com - Warganet turut menggaungkan kemarahannya kepada produsen es krim Aice (PT Alpen Food Industry) untuk menuntut kesejahteraan buruh yang dipekerjakan oleh perusahaan tersebut.
Tagar #BoikotAice pun menggema di sosial media hingga menjadi trending topic Twitter Indonesia. Kemarahan warganet ini adalah buntut dari tuntutan para buruh yang tak kunjung dipenuhi oleh perusahaan produsen es krim tersebut.
Menurut Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyata (F-SEDAR) yang menaungi buruh Aice dalam Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia PT Alpen Food Industry (SGBBI PT AFI), perusahaan justru melakukan pemutusah hubungan kerja atau PHK, bukan memenuhi tuntutan buruh.
Setidaknya sepanjang tahun 2019 hingga awal 2020, Sarinah menyebutkan telah terjadi 14 kasus keguguran dan enam kasus buruh PT AFI yang hamil bayinya meninggal dunia saat dilahirkan.
"Baru-baru ini juga terjadi dua kasus keguguran lain yang menimpa buruh perempuan Aice. Padahal buruh telah melakukan tiga kali perundingan bipartit dengan pihak Perusahaan PT. Alpen Food Industry (PT. AFI) untuk dipekerjakan nonshift untuk ibu hamil, namun tidak pernah ada kesepakatan antara buruh dengan pihak perusahaan," ungkap Sarinah, juru bicara F-SEDAR dalam keterengan tertulis kepada Suara.com, Minggu (5/7/2020).
"Terakhir kami menemukan fakta ibu hamil dinonshiftkan dari kerja shift 3 (23.00-07.00) saat usia kandungan mencapai 5 bulan. Selebihnya buruh masih dipekerjakan malam dari dari jam 18.00 sampai 23.00 WIB," imbuhnya.
Selain itu, F-SEDAR juga membantah adanya tuntutan gaji Rp 11 juta yang diajukan para buruh seperti yang diungkapkan oleh pihak perusahaan ke sejumlah media.
"Mengenai tuntutan gaji Rp 11 juta, bukanlah suatu tuntutan pasti. Angka ini muncul pada perundingan pada 29 Oktober 2019 mengenai persoalan upah di mana buruh mengajukan perhitungan kasar jika 15 persen diambil dari sales, maka dapat menggaji seluruh buruh di PT. Alpen Food Industry sebanyak Rp 11 juta per orang per bulan. Pihak buruh mempersilahkan perhitungan versi perusahaan," bunyi keterangan dari FSEDAR lewat laman resminya yang disitat Suara.com, Selasa (7/7/2020).
Atas polemik tersebut, warganet pun ramai-ramai menyuarakan pendapatnya dengan mengaungkan tagar #BoikotAice.
Baca Juga: Banyak Buruh Hamil Keguguran, Buruh Es Krim Aice Demo di Depan DPP PKB
"Padahal kawan-kawan buruh AICE itu gak minta di gaji Rp 11 juta. Tuntutan mereka gak sebesar itu, sekitaran Rp 4,5 juta. Sangat bisa dipenuhi perusahaan, tapi AICE terus-terusan bilang ke media angka tuntutan Rp 11 juta, biar orang mikir tuntutan buruh AICE yg aneh," tulis @mazzini_gsp
"Aice cuma pencitraan.. Iklan mah di banyakin, gaji buruhnya mah tidak dibayarkan," imbuh warganet @DeuiWahyoe.
"#BoikotAice is trending right now. It has been happening for years!! SERIOUSLY. It even has started before Asian Games 2018! Stop buying ice cream from that brand (#BoikotAice lagi trending sekarang. Ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun!! Serius. Ini bahkan sudah dimulai sebelum Asian Games 2018! Setop beli es krim brand ini sekarang -red)" tulis @nurulmuliaw.
Selain itu, tak sedikit pula warganet yang menyoroti kasus karyawati yang sampai keguguran karena tetap dipekerjakan di jam malam.
"Jika seorang pembunuh dikatakan kejam karena telah menghilangkan nyawa seseorang apa beda nya dengan PT ALPEN FOOD INDUSTRY dengan membiarkan banyaknya kasus buruh hamil yang keguguran?" kata @mudasarjana23.
"Slogannya "meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia ". Tetapi malah mempekerjakan buruh hamil pada malam hari yang berakibat sedikitnya 20 buruh perempuan yang hamil mengalami keguguran, mem-Phk buruhnya sepihak dan diganti buruh outsourcing," tulis warganet dengan akun @Mardian42118080.
Berita Terkait
-
Banyak Buruh Hamil Keguguran, Buruh Es Krim Aice Demo di Depan DPP PKB
-
Ulang Tahun, Ji Chang Wook Jadi Trending di Twitter
-
Mentan Bikin Kalung Antivirus Corona, Tagar #KalungAntiBego Bergema
-
Kisah Buruh Pabrik Aice Saat May Day, Nasib Tak Jelas di Tengah Pandemi
-
Wabah Corona, 600 Lebih Buruh Pabrik Es Legendaris Aice Cikarang Kena PHK
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor