Suara.com - RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, kedatangan 55 pasien baru. Hingga Selasa (7/7/2020) pukul 08.00 WIB, RSD Wisma Atlet merawat sebanyak 754 pasien positif Covid-19.
"Pasien swab positif Covid-19 yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet, hingga Selasa (7/7) pukul 08.00 WIB bertambah 55 orang, semula 699 orang menjadi 754 orang," ujar Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I TNI, Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa.
Sementara itu, pasien yang dinyatakan reaktif dari hasil uji cepat sebanyak 74 orang, bertambah 53 orang dibanding hari sebelumnya yakni 21 orang.
Adapun pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pemantauan (ODP) yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet tercatat nihil.
Secara keseluruhan, jumlah pasien yang menjalani rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet berjumlah 828 orang, terbagi atas 448 pria dan 380 wanita.
"Pasien rawat inap bertambah 106 orang, semula 722 orang menjadi 828 orang," kata dia.
Wisma Atlet Kemayoran resmi difungsikan sebagai RS Darurat COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo sejak 23 Maret 2020. Rumah sakit ini berkapasitas 12.000 tempat tidur.
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I ditunjuk pemerintah melalui Markas Besar TNI untuk mengoperasikan rumah sakit darurat yang baru pertama kali dioperasikan di Tanah Air itu.
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I bertanggung jawab dalam operasionalisasi empat pusat perawatan dan penanggulangan Covid-19, yaitu RS Darurat Wisma Atlet (Jakarta), fasilitas serupa di Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu (Jakarta) dan di Pulau Natuna (Kepulauan Riau), dan terkini adalah RS Khusus Infeksi Pulau Galang (Kepulauan Riau).
Pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet sejak 23 Maret hingga saat ini terdaftar 5.611 orang, sementara pasien yang dirujuk ke rumah sakit lainnya sebanyak 151 orang.
Baca Juga: Stres! Pasien Positif Corona Kabur, Berkeliaran di Jalan Sumenep
Pasien yang pulang atau telah dinyatakan sembuh tercatat 3.602 orang, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak tiga orang.
Dalam kesempatan itu, Mudian juga melaporkan perkembangan jumlah pasien di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kepulauan Riau, yang kini merawat inap 90 pasien, terbagi atas 63 pria dan 27 wanita.
Jumlah itu berkurang satu orang dari hari sebelumnya yakni 91 orang. Dari 90 pasien yang dirawat inap, 17 orang dinyatakan positif COVID-19, 14 orang lainnya dinyatakan PDP, dan 59 orang berstatus ODP.
"Rekapitulasi pasien terdaftar di RS KI Pulau Galang terhitung sejak 12 April 2020 berjumlah 350 orang, pasien dirujuk ke RS lain dua orang, yang diperbolehkan pulang atau isolasi mandiri 258 orang, dan yang meninggal nihil," kata dia.
Sementara itu, data total jumlah ABK dan pekerja migran yang telah pulang kembali ke Indonesia hingga saat ini tercatat 41.406 orang, sebanyak 4.361 orang masih dikarantina, sedangkan 37.045 org orang lainnya telah diperbolehkan pulang.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia hingga pukul 12.00 WIB Senin (6/7), bertambah 1.209 kasus, sehingga total menjadi 64.958 kasus, sementara yang sembuh berjumlah 29.919 orang, dan 3.241 orang meninggal dunia. (Atara)
Berita Terkait
-
Virus Corona Sudah Ada Bertahun-tahun Tapi Tidak Aktif, ini Dugaan Pakar
-
Stres! Pasien Positif Corona Kabur, Berkeliaran di Jalan Sumenep
-
Wabah Belum Usai, Paramedis di Jogja Justru Diputus Kontrak
-
Detik-detik Warga Bongkar Peti Jenazah Pasien Covid-19, Riuh Suara Tangis
-
Turki Kirim Bantuan Medis ke Azerbaijan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos