Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq mengkritisi pernyataan Juru Bicara Kementerian Agama ihwal rencana pelibatan TNI dalam menjaga kerukunan umat beragama. Maman dengan tegas menyatakan penolakan rencana tersebut.
Menurutnya, pelibatan TNI dalam menjaga kerukunan umat beragama sangat bertolak belakang dengan semangat reformasi yang ada selama ini.
"Saya ingin mengoreksi pernyataan Juru Bicara Kemenag, saudara Oman Fathurrahman, tentang pelibatan TNI dalam menjaga kerukunan umat beragama. Kami menolak keras, karena itu bertentangan dengan prinsip demokrasi, human rights atau HAM,, agenda reformasi sektor keamanan, serta Undang-Undang 34/2004 tentang TNI," ujar Maman kepada Menag Fachrul Razi dalam rapat kerja, Selasa (7/7/2020).
Maman menegaskan, Kemenag jangan menggunakan pendekatan keamanan dalam menjaga kerukunan umat beragama, melainkan dengan pendekatan lainnya.
"Kalau itu diambil oleh tentara, maka yang terjadi adalah kerukunan semu, bukan kerukunan yang substansional. Ini adalah kegaduhan yang tidak perlu dilakukan Kemenag, yang hari ini menurut saya sudah on the track, mulai sense of pandemic-nya terlihat, mulai meraih kiai dan madrasah," katanya.
"Tapi jangan ternodai pelibatan tentara. Biarkan tentara menjaga kita secara teritorial karena agenda reformasi kita (penghapusan) dwifungsi ABRI, TNI itu betul-betul berlaku," sambungnya.
Pernyataan tersebut diamini Ketua Komisi VIII Yandri Susanto. Ia menyampaikan, jangan sampai rencana itu justru berbuah tuduhan kepada Menag Fachrul bahwa dirinya ingin menghidupkan kembali dwifungsi ABRI.
"Itu betul, Pak Menteri. Kalau tentara terlibat, nanti Pak Menteri lagi yang dituduh Pak, karena jenderal bintang empat jadi Menag. Seolah-olah dwifungsi ABRI mau dikembalikan, jangan sampai," ujar Yandri.
Baca Juga: Kerukunan Umat Beragama di Jakarta Rendah, FKUB DKI: Ada Anomali
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan
-
13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina
-
Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina
-
Filipina Diguncang Gempa 7,7 SR Berpotensi Tsunami, Manado Siaga
-
Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Klarifikasi Isu Kondisi Ekstrem 'Bediding'
-
Gempa M 8,1 di Filipina Picu Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Sulut
-
Pengawasan WNA Diperketat agar Indonesia Tak Jadi Basis Kegiatan Ilegal
-
Misteri Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 27 Green Pramuka, Ternyata Penyewa Lewat Broker