Suara.com - Pimpinan KPK dan anggota Komisi III DPR RI telah selesai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020).
Ketua Komisi III Herman Hery mengaku banyak sekali hal yang ditanyakan kepada KPK terkait sejumlah isu yang ramai menjadi perhatian publik. Namun, ia enggan membeberkan secara spesifik soal isu-isu yang dibahas anggota Dewan dan pimpina KPK dalam RDP yang digelar secara tertutup itu.
"Terkait kasus yang jadi hambatan dan perhatian publik saya tidak perlu sebutkan secara umum. Tidak bisa saya buka di sini. Itulah sebabnya rapat kali ini kami buat rapat tertutup karena kami ingin tanyakan banyak kasus yang jadi perhatian publik," kata Herman usai RDP di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020).
Dalam RDP itu, Herman membeberkan pihaknya menanyakan soal fungsi Dewan Pengawas KPK. Dia mengatakan, Komisi III meminta agar Dewas KPK membantu kerja-kerja pimpinan KPK seperti soal izin penyadapan, penyitaan dan penggeledahan.
"Kami dapat penjelasan dari Dewas bagaimana cara Dewas bekerja. Kedua bagaimana Dewas bisa mem-back-up kerja-kerja pimpinan KPK, satu hal soal sadap, sita, soal geledah, Dewas KPK mengatakan tadi clear 1x24 jam permintaan izin itu," kata dia.
Herman juga menyebut bahwa sudah ada sekitar 264 izin yang dikeluarkan Dewas KPK untuk pimpinan KPK.
"Bahkan sampai ratusan izin penyadapan. Sudah 264 izin yang dimintakan segera keluar dalam hitungan hari sehingga hubungan dewas KPK dan pimpinan KPK clear and clean," ungkap Herman
Selain itu, Komisi III juga meminta penjelasan kepada KPK terkait sejumlah perkara-perkara yang proses hukumnya yang sampai saat ini belum terselesaikan.
Dalam RDP itu, kata Herman, KPK menjawab alasan masih ada kasus yang mandek karena lembaga antirasuah itu masih menunggu proses penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Baca Juga: Gelar RDP Tertutup Bareng DPR, ICW: KPK Kini Semakin Tunduk pada Kekuasaan
"Kasus yang jadi perhatian publik kenapa terkatung-katung ada banyak kendala yang dijelaskan pimpinan KPK tadi terkait penghitungan kerugian negara dan lain-lain," kata dia.
Berita Terkait
-
Dewas Bakal Periksa Setya Budi Dias, Staf KPK yang Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
-
Hanya Penyadapan yang 100 Persen, Dewas KPK Ungkap Banyak Laporan Penindakan yang 'Molor'
-
Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya
-
Polemik Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pimpinan KPK Belum Dapat Panggilan dari Dewas
-
Kepala BNN Dorong Penyadapan Kasus Narkotika Dimulai Sejak Tahap Awal, Ini Alasannya
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek