Suara.com - Pemprov DKI Jakarta belum bisa mengizinkan pertunjukan musik langsung di restoran atau kafe karena pandemi virus corona Covid-19. Namun Pemprov mencoba menyediakan alternatif lain.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Cucu Ahmad Kurnia mengatakan caranya adalah dengan mengizinkan para pemain musik merekam penampilan mereka. Lalu rekamannya itu disiarkan di kafe dan disaksikan para pengunjung.
Menurutnya cara ini menjadi alternatif memberdayakan musisi yang pendapatannya terhambat karena pertunjukan musik dilarang. Sebab mereka akan tetap menerima bayaran meski yang ditampilkan hanya rekaman saja.
"Jadi band ini disuruh rekaman, terus ditayangin di layar. Pokoknya kaya dia manggung 3 kali seminggu, dia dibayar tiga kali," ujar Cucu saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2020).
Cucu menyebut saat ini pihaknya belum bisa memberi izin pertunjukan musik karena dapat memancing keramaian. Ia meyakini jika ada kafe yang menggelar pertunjukan musik, maka pelanggan akan membludak.
Keramaian seperti ini, kata Cucu, bertentangan dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Terlebih lagi jika keramaian itu berlangsung lama di ruangan tertutup.
"Live musik seperti ini pernah kejadan di Bekasi, begitu musik itu orang langsung rame cafenya," kata Cucu.
Terkait dengan menampilkan rekaman ini, pihaknya menganggap sebagai solusi terbaik. Ia akan membuat surat untuk mengizinkan cara ini bisa diadakan di setiap kafe yang ingin ada pertunjukan musik.
"Teman-teman musisi setuju dan bisa enggak keluarin surat untuk itu bisa nego dengan kafenya, ya sudah itu masalah gampang," pungkasnya.
Baca Juga: Heboh Herd Immunity untuk Lawan Virus Corona Covid-19, ini Temuan Peneliti
Berita Terkait
-
Ada Pandemi Covid-19, Harga Sapi di Pasar Hewan Pengasih Tetap Stabil
-
Aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta Sepi
-
Mengisolasi Diri Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Corona, ini Kata Ahli
-
Melalui Gereja, Keluarga AS Jajakan Obat Ajaib Corona Berbahan Pemutih
-
Heboh Herd Immunity untuk Lawan Virus Corona Covid-19, ini Temuan Peneliti
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam