Suara.com - Seorang pria di KwaZulu-Natal nekat racuni anak karena bertengkar dengan sang istri. Menyadur Dispatch Live pada Jumat (10/07/2020), kondisi mereka kini sudah membaik dan dalam tahap pemulihan.
Ibu dari bocah yang tak disebutkan namanya ini mengaku lega karena anak sulungnya yang berusia 10 tahun sudah sadar dan bisa mengenalinya.
"Anak saya yang pertama sekarang sudah bisa bicara. Dia mengenali saya dan mengingat apa yang terjadi saat itu," ujarnya saat mendampingi anaknya di rumah sakit.
Menurut pengakuannya, pada hari Senin ia pergi bekerja seperti biasanya. Sebelum jam pulang, ia mendapat telepon dari saudaranya dan berkata 'panggil polisi dan jangan pulang. Aku akan mengatasi situasinya saat ini'.
Perasaan wanita ini tak enak dan ia memiliki firasat buruk pada dua putranya. Ia lantas pulang ke Nteke, Durban Barat dan mendapati rumahnya penuh dengan kerumunan.
"Saat itu saya berpikir, ada apa dengan anak-anak?"
Rupanya dua putranya diracun oleh ayah mereka. Diduga, hal ini berkaitan dengan pertengkaran mereka sebelumnya. Anak-anak ini lantas diterbangkan ke rumah sakit dengan sebuah helikopter dan mendapat pertolongan dengan cepat.
Juru bicara kepolisian Kolonel Thembeke Mbele membenarkan kejadian ini dan menduga, ayahnya meracuni diri sendiri juga dua putranya.
Keluarga korban mengatakan ayah dari dua anak ini menghubunginya beberapa jam sebelum kejadian dan berkata akan mengambil mobil istrinya dan membakarnya.
Baca Juga: Suami Tega Cekik Istri hingga Tewas, Sembunyikan Jasad di Bawah Ranjang
"Saya katakan padanya untuk jangan pulang dan saya sedang dalam perjalanan untuk mencoba memperbaiki situasi. Saya mengatakan pada saudara perempuan saya (ibu korban) untuk tidak pulang ke rumah dan memanggil polisi agar kami bisa pergi bersama mereka."
Ia juga berkata pasangan ini tengah mengalami masalah dalam pernikahannya dan pihak keluarga sudah berusaha menjadi penengah pada hari Minggu.
"Kami sudah berusaha membantu mereka tapi kami terlambat," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas