Suara.com - Warga Chinnamasta dekat kota Asansol di Benggala Barat kini memiliki rutinitas baru, yaitu memuja Dewi Corona agar pandemi cepat pergi dari negara mereka.
Menyadur Oddity Central pada Kamis (23/07/2020), kegiatan ini sudah mereka lakukan sejak bulan lalu dengan sosok Dewi Corona atau Corona Mai ditempatkan dalam sebuah kuil kecil di tepi kolam.
Mereka biasanya melakukan pujian dengan menyanyikan lagu-lagu dan mantra, membakar dupa dan membawa persembahan seperti buah-buahan, sayuran, ghee, dan jaggery.
"Kami berharap Dewi Corona memastikan bahwa virus meninggalkan kita selamanya," kata seorang warga berusia 23 tahun kepada media The Hindu. "Persembahan dan nyanyian kami akan memberi kita kelonggaran dari virus."
Rupanya, banyak warga yang tertarik memuja Dewi Corona. Mereka datang dari semua kalangan, mulai usia muda sekitar 20-an hingga tua umur 70-an tahun.
Mereka semua percaya bahwa cara terbaik untuk mengatasi pandemi adalah dengan berdoa sampai para dewi memutuskan untuk mengangkat virus corona.
"Kami memutuskan menyembah Dewi Corona setiap hari Senin dan Jumat sampai beliau puas,"" kata seorang wanita berusia 56 tahun.
Tak hanya satu kuil Dewi Corona yang ditemukan di India, di kota lain, sebuah kuil juga ditemukan dengan Dewi Corona sebagai fokus mereka. Kuil ini terlihat lebih bagus dibandingkan kuil yang pertama.
"Saya sudah membangun tempat ini untuk Dewi Virus Corona berdasarkan kebebasan beragama saya yang dijamin konstitusi," ujar Anilan Muhoortham, pria yang membangun kuil indah tersebut.
Baca Juga: Viral Ustaz Keliling Bantu Kuil dan Keluarga Keturunan India saat Wabah
Berbeda dengan kuil pertama, Muhoortham juga mendediskasikan kuil ini bagi tenaga kesehatan dan jurnalis yang terus berjuang di tengah pandemi.
Ia juga menawarkan pemujaan melalui pos atau telepon bagi warga lain yang ingin melakukan prasad atau pemanjatan doa di kuilnya. Cara ini dianggap efektif mengingat pemerintah menggalakkan aturan jaga jarak.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat
-
Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual