Suara.com - Ekuador punya cara unik untuk menghukum orang-orang yang tidak mengenakan masker yakni dengan cara diajak 'menari' peti mati yang belakangan viral di media sosial.
Salah satunya terlihat dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube Video Tree.
"Pandemic-shaming di depan umum dengan maskot Covid-19 dan coffin dancer," tulis akun tersebut. Dalam video tersebut tampak seorang pria diangkat oleh para petugas yang berpakaian putih hitam, seperti pengangkat peti mati pada coffin dance.
Para petugas tersebut tampak mengayun-ayunkan pria yang tidak mengenakan masker dan seolah akan dimasukkan ke dalam peti mati.
Aksi tersebut juga ditemani seseorang yang mengenakan kostum yang menggambarkan virus corona dan menakut-nakuti pria yang tidak memakai masker tersebut.
Setelah pria yang tidak memakai masker 'dipermalukan' di depan umum, seorang polisi datang dan memberikannya sebuah masker. Melihat pria tersebut memakai masker, petugas kemudian menari dengan riang gembira.
Melihat aksi tersebut mengundang komentar dari warganet. "Saya bahkan tidak akan marah tentang hukuman tersebut," tulis salah satu warganet. "hahahahahahha itu sangat lucu," tulis warganet lainnya.
Ekuador merupakan salah satu negara yang cukup terpukul oleh gelombang virus corona. Di kawasan Guayas, Setidaknya 6.700 orang meninggal dunia di dua minggu pertama bulan April.
Kota tersebut juga merupakan area paling terdampak bukan hanya di Ekuador namun juga di seluruh Amerika Latin.
Baca Juga: Kasus Virus Corona Covid-19 Tetap Bertambah, Perlukah Pakai Sarung Tangan?
"Kami sudah melihat orang meninggal di mobil, di ambulans, di rumahnya, di jalanan," kata Katty Mejía, seorang pekerja di rumah duka di Guayaquil, ibu kota negara bagian dan kota terbesar di Ekuador dikutip dari BBC.
"Salah satu alasan mereka tidak dirawat di rumah sakit karena alasan kekurangan tempat tidur. Jika mereka ke klinik swasta, mereka harus membayar dan tidak semua orang punya uang," katanya.
Saking banyaknya korban akibat virus corona, rumah duka di kota dengan penduduk 2,5 juta tersebut sampai kewalahan.
Pihak keluarga banyak yang membiarkan mayat tergeletak di depan rumah, sebagian lainnya membiarkan di tempat tidur hingga berhari-hari.
Kota Guayaquil juga mulai kehabisan ruang untuk menguburkan mayat, memaksa sebagian orang untuk membawa jenazah ke kota tetangga untuk dimakamkan di sana.
Menurut data dari Worldometer hingga Senin (27/6/2020), Ekuador sudah mencatatkan 80.694 kasus dengan total kematian mecapai 5.515. Sebanyak 34.896 pasien sudah dinyatakan sembuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung