Suara.com - Berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Jakarta menginginkan agar Bantuan Sosial (Bansos) untuk warga terdampak corona diganti jadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Sebab bantuan dalam bentuk paket sembako dinilai rawan akan praktek korupsi.
Usulan tersebut disampaiakan organisasi nonpemerintah yang terdiri dari Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra), Serikat Pekerja Rakyat Indonesia (SPRI), dan Inisiatif.
Ketiganya mendatangi Balai Kota untuk menyampaikan aspirasi soal Bansos dan diterima oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ahmad Riza Patria sore tadi di ruangannya.
Periset Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra) Gunadi Ridwan mengatakan, pembagian paket dalam bentuk sembako mudah untuk dimanfaatkan oknum dengan cara menaikan harga. Setelah harga dinaikan (mark up), anggaran yang disediakan justru akan masuk kantong pribadi oknum tersebut.
Karena itu, ia menilai seharusnya bantuan diganti jadi bentuk uang yang diberikan lewat sistem transfer perbankan.
"Bagi kami lebih baik transfer karena itu lebih minim, karena kalau sembako itu lebih memungkinkan untuk mark up," ujar Gunadi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/7/2020).
Tak hanya lebih aman, pembagian bantuan dalam bentuk transfer juga akan mendorong perkonomian warga. Sebab mereka akan menggunakan uang itu untuk berbelanja ke warung-warung.
"Lebih baik cash jadi mereka bisa belanja di warung sekitar," jelasnya.
Baca Juga: Skandal Dana Bansos di Jawa Barat Mulai dari Pungli sampai Sunat Jatah
Pihaknya sendiri sudah melakukan survei terhadap warga di lima kota serta satu kabupaten ibu kota. Salah satu hasilnya adalah masih ada ribuan warga yang belum mendapatkan bantuan.
Namun untuk survei apakah warga ingin bantuan dalam bentuk tunai atau sembako, masih belum dilakukan. Ia mengambil kesimpulan uang lebih baik setelah berkonsultasi dengan KPK dan Ombudsman.
"Ini masih dalam survei ini baru survei kedua, di servvei tiga dan empat. Kami akan konfirmasi ke penerima bantuannya lebih baik dalam bentuk tunai atau sembako," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
Terkini
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
ASN Jakarta Malas Kerja Usai WFA Siap-siap Disanksi, Pramono Anung: Tak Ada Keringanan!
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat