Suara.com - Satu keluarga di Texas, Amerika Serikat positif terpapar virus Covid-19 setelah menggelar pesta reuni bulan lalu, satu diantaranya meninggal dan satu lagi dalam kondisi koma.
Menyadur NBC News, Tony Green selaku tuan rumah pesta reuni keluarga tersebut meyakini pandemi Covid-19 adalah tipuan, menyebut kelompok yang infeksi adalah "pelajaran keras dalam realitas Covid-19,"
"Dengan sangat tergesa-gesa, saya mulai memprediksikan sup alfabet tentang 'scamdemic ini,'" kata Green dalam sebuah kolom di Dallas Voice.
"Saya percaya virus itu tipuan. Saya percaya media mainstream dan Partai Demokrat menggunakannya untuk membuat kepanikan, menghancurkan ekonomi dan menghancurkan peluang Trump pada pemilu," jelas Green.
"Saya berjanji, jika kita terus lebih khawatir tentang gangguan pada hidup kita daripada kita menghentikan virus ini, tidak ada orang Amerika yang akan selamat." ujar Green.
Tony Green mengadakan pesta pada 13 Juni untuk merayakan kelahiran seorang cucu di keluarganya. Pria 43 tahun yang mengatakan dia adalah "seorang konservatif gay," menjadi tuan rumah pesta dengan pasangannya - di mana mereka maupun orang tua mereka tidak mengenakan masker.
Keesokan harinya Green terbangun dengan perasaan mual, dan dalam dua hari begitu pula pasangannya dan orang tuanya.
Dalam beberapa hari, ibu mertuanya dan ipar perempuannya juga jatuh sakit, seperti halnya orang tua dari bayi yang baru lahir yang menjadi alasan pesta itu.
Green dan ayah rekannya, Rafael Ceja, akhirnya dirawat di rumah sakit pada 24 Juni dalam keadaan koma, dan kemudian, ibu Ceja - yang kemudian meninggal pada 2 Juli tepat di samping putranya.
Baca Juga: Menghindari Gegabah Pengujian Vaksin COVID-19
"Saya merasa bertanggung jawab karena meyakinkan keluarga kami bahwa aman untuk berkumpul bersama. Ada banyak hal yang akan saya lakukan secara berbeda." kata Green.
Green berusaha untuk mengumpulkan dana bagi keluarganya dengan cara membuat postingan penggalangan dana di website GoFundMe-tetapi tidak disambut baik.
"Dengan hati yang berat dan penyesalan yang dalam, tetapi saya harus memberi tahu setiap kontributor bahwa saya harus mengakhiri penggalangan dana ini dan mengembalikan setiap sumbangan," tulis Green.
"Saya mencoba untuk bertindak terhormat - melayani demi kepentingan terbaik Rafael & Marisa - tidak ada orang lain."
"Sayangnya, orang lain - dalam keluarga - tidak senang dengan upaya saya untuk memberikan cinta, dukungan, doa, dan kontribusi keuangan tambahan pada saat dibutuhkan," tulisnya.
"Karena pelecehan dan perilaku balas dendam mereka yang terus-menerus (bertentangan dengan saran saya), Marisa menolak untuk menerima uang ini." pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman
-
Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?
-
Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK