Suara.com - Agensi Marantika menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, atas kasus artis FTV Ike Muti yang mengaku diminta menghapus foto Presiden Jokowi agar bisa ikut proyek pemprov.
Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh pihak agensi melalui akun Instagram @marantika_agency.
Pihak agensi meminta maaf karena adanya kesalahpahaman antara agensi dengan Ike Muti hingga menyebabkan kasus tersebut viral.
"Saya meminta maaf terhadap bapak Anies Baswedan (Pemprov DKI) atas kesalahan komunikasi antara saya dengan mba Ike," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Sabtu (1/8/2020).
Pihak agensi menjelaskan, awalnya mereka diminta untuk membuat film pendek berdurasi 20 menit dengan mengambil lokasi di Jakarta. Pihak agensi menduga film tersebut dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta.
Agensi langsung menghubungi sejumlah artis untuk bermain peran dalam film tersebut, salah satunya Ike Muti.
Namun dalam perjalanan, Ike tidak lolos seleksi karena ada artis lain yang lebih cocok memerankan film pendek tersebut.
Saat memberikan kabar kepada Ike Muti, agensi berseloroh alasan Ike Muti tak diterima dalam film pendek tersebut karena Ike Muti adalah pendukung Jokowi garis keras.
"Ketika mengabarkan keputusan ini, saya bercanda atau berseloroh bahwa ketidakterpilihannya karena banyak foto di media sosial mba Ike dengan bapak Presiden," ungkapnya.
Baca Juga: Anak Buah Somasi Ike Muti soal Ditolak Proyek, Anies Bisa Dilaporkan Balik
Agensi telah menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial kepada Ike Muti.
Ia menegaskan Ike Muti tidak bersalah dalam kasus tersebut, melainkan pihak agensi yang salah menyampaikan pemberitahuan kepada Ike Muti.
"Mba Ike tidak salah ketika memposting masalah ini di media sosialnya karena beliau mendapat info yang salah dari saya. Ini murni kesalahan persepsi saya terhadap rencana komunitas kreatif," tuturnya.
Agensi Marantika menjelaskan, proyek film pendek tersebut tidak memiliki kaitan apapun dengan Pemprov DKI Jakarta. Pihak Pemprov DKI tidak menjadi penanggungjawab maupun pendanaan proyek film pendek tersebut.
Pihak agensi berharap kasus kesalahpahaman tersebut tidak melebar hingga ke dunia politik.
"Saya buat dan sebenar-benarnya (klarifikasi ini) agar permasalahan ini tidak berkembang liar dan melebar ke persoalan politik," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas