Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau ke salah satu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Pemprov DKI di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu(1/8/2020).
Labkesda milik Pemprov DKI ini, salah satu yang ditetapkan Menteri Kesehatan sebagai laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 berbasis PCR.
Maka itu, kedatangan Anies, ingin memastikan langsung proses pengujian sampel tes PCR hingga mendapatkan hasil akhir pemeriksaan Covid-19.
“Karena ini (hasil tes COVID-19) selalu dibicarakan, dibahas, dan alhamdulilah apa yang dibangun jejaring Labkesda ini sekarang menjadi ujung tombak terpenting di dalam menghadapi wabah yang sama-sama kita hadapi,” kata Anies dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2020).
Anies pun tak luput mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap para petugas kesehatan atas totalitasnya dalam melakukan pengujian sampel.
Sehingga, DKI Jakarta mampu memiliki kapasitas testing empat kali lipat dari standar yang ditetapkan WHO.
“Saya datang ke sini ingin melihat langsung dan mengucapkan terima kasih langsung kepada Ibu/Bapak yang sudah bekerja luar biasa selama beberapa bulan ini. Kita itu sudah lama bekerja bersama, tapi kita lihatnya dari jauh terus. Namun jauh di mata dekat di hati,” ujar Anies
Anies pun berharap pengujian sampel untuk tes covid-19 di Labkesda milik Pemprov DKI Jakarta, diharapkan turut pula ditiru nantinya oleh Pemerintah daerah lain.
“Kalau lihat bulan Maret sungguh tidak terbayangkan sekarang kita bisa melakukan testing sebanyak ini. Sebuah kegiatan yang dulunya tak dikejar waktu, kini kecepatan dan volume menjadi penentu. Ini adalah masalah kemanusiaan yang dihadapi di semua tempat dan kalau kita bisa berbagi pengalaman (urusan testing COVID-19) maka mudah-mudahan bisa mengikuti rute yang pernah kita hadapi,” kata Anies
Baca Juga: Melihat Sapi Limosin Milik Anies Baswedan dan Riza Patria
Anies pun berpesan kepada seluruh petugas kesehatan yang bekerja di Laboratorium agar terus menjaga integritas dan kesehatan diri masing-masing.
“Terpenting sekarang tolong jaga kualitas dari proses itu agar tidak tergeser. Begitu besar amanah yang dititipkan kepada Bapak atau ibu semua. Ke depan kelihatannya belum reda cepat. Jadi harus kita jaga stamina supaya tetap memberikan karya yang prima dalam masa pandemi ini. Dan di sini jaga kesehatan. Kita ingin pastikan masyarakat sehat dan Ibu atau Bapak sehat juga,” tutup Anies
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?
-
Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki