Suara.com - Seorang pengusaha di Malaysia kehilangan uang sekitar 1 miliar setelah anaknya ditipu oleh teman perempuan yang ia kenal secara daring.
Menyadur New Straits Times, Rabu (5/8/2020), pria berusia 53 tahun ini begitu terkejut melihat saldo rekening perbankan online miliknya yang terkuras habis.
Uang yang raib dari rekeningnya itu ternyata digunakan sang anak untuk membantu teman perempuan yang ia kenal dari Facebook sejak Februari lalu.
Awalnya, si bocah mengaku menggunakan uang ayahnya itu untuk membayar pinjaman ke temannya. Tapi, kepolisian belakangan menemukan fakta bahwa anak tersebut telah ditipu.
Kasus penipuan ini bermula ketika si bocah menemukan iklan penjualan ponsel di Facebook yang diunggah oleh akun Dea Anis.
Tertarik dengan ponselnya, korban lantas menghubungi pemilik akun dan melakukan komunikasi melalui WhatsApp.
Kepala Departemenn Investigasi Kejahatan Komersial Malaysia Pimpinan Mohd Wazir Mohd Yusof mengatakan korban dan pelaku menjadi teman dekat setelah berkomunikasi secara intens.
"Tersangka perempuan telah memperkenalkan dirinya sebagai 'Anis Nadia Azman Lee' dan keduanya aktif berkomunikasi melalui WhatsApp. Mereka menghabiskan banyak waktu bermain game seluler PUBG," ujar Yusof.
Wazir menyebut tersangka mulai meminta uang dengan dalih meminjam kepada korban sejak Mei, dan berjanji akan mengembalikan segera.
Baca Juga: Menhub Bandingkan Transportasi Umum RI dengan Malaysia dan Singapura
Antara 2 Mei hingga 20 Juni, korban dan tersangka terus melakukan transaksi hingga 21 kali, dengan total uang RM295.950 atau sekitar Rp 1 miliar.
Begitu mengetahui telah menjadi korban kasus penipuan, ayah dan anak ini langsung melapor ke pihak kepolisian.
Penyelidikan mengungkap, sambung Wazir, ayah korban tak mengetahui apa yang telah dilakukan anaknya menggunakan smartphone.
Si ayah baru mengetahui kasus penipuan usai lembaga keungangan memberitahunya bahwa uangnya tak mencukupi.
"Investigasi mengungkapkan bocah laki-laki itu menjadi korban sindikat penipuan online di mana ia secara konsisten berkomunikasi dengan gadis itu," katanya.
Hubungan kedekatan yang sengaja dibangun oleh pelaku melalui komunikasi yang intens membuat korban mudah berbagi informasi pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi